Ketika Megawati Disebut Kerap Bohongi Prabowo Sampai Muncul Isu Hubungan Retak, Gerindra Buka Suara

banner 678x960

banner 400x400


Hajinews.id — Baru-baru ini, berhembus kabar keretakan hubungan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Kabar itu mencuat setelah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kerap membohongi Prabowo Subianto.

Dilansir dari TribunWow.com, setelah isu keretakan hubungan Prabowo dan Megawati berhembus, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad akhirnya buka suara.

Bacaan Lainnya



Dasco memastikan hubungan antara Megawati dengan Prabowo dalam kondisi baik-baik saja.

Dasco menyatakan tidak ada masalah di antara hubungan kedua politisi senior tersebut.

Keterangan Dasco ini sekaligus merespons soal pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond J Mahesa, yang menyebut kalau Megawati kerap berbohong kepada Prabowo Subianto.

“Kalau mau dilihat bahwa hubungan Pak Prabowo dan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) itu baik-baik saja, dan sebelum lebaran dalam beberapa kesempatan bertemu,” kata Dasco kepada awak media saat ditemui awak media di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Wakil Ketua DPR RI itu justru mengaku merasa bingung kalau ada beberapa pihak yang menanyakan soal hubungan antara Megawati dengan Prabowo.

Sebab menurut dia, hubungan keduanya baik-baik saja dan kerap beberapa kali bertemu sebelum Hari Raya IdulFitri 1444 H lalu.

Meski demikian, Dasco menilai, kedua tokoh politik itu sejatinya bertemu kembali dalam waktu dekat.

Pertemuan itu dinilai penting, karena menurut dia, untuk mendinginkan suasana yang belakangan ini terkesan menegang antar keduanya.

“Saya pikir pertemuan-pertemuan antara dua tokoh politik ini dalam rangka silaturahmi kemudian dalam rangka mendinginkan, membuat adem suasana diperlukan,” kata Dasco.

Terlebih, Dasco menyebut Prabowo dan Megawati belum sempat bertemu setelah IdulFitri 2023.

Terkait isi pembicaraannya nanti, dia menuturkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo dan Megawati.

“Atau kemudian hanya silaturahmi untuk membuat Indonesia ini lebih sejuk, itu ada manfaatnya menurut kami,” ucap Dasco.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kerap membohongi Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Desmond terkait rencana pertemuan Megawati dan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Menurut Desmond, dirinya lebih mempercayai Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketimbang Megawati.

“Saya lebih percaya Jokowi daripada Megawati. Sudah banyak Megawati bohongin Pak Prabowo,” kata Desmond di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2023).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini berpendapat rencana pertemuan Megawati dan Prabowo tak perlu dilakukan.

Sebab, PDIP telah mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres). Semenjak Gerindra telah menetapkan Prabowo juga sebagai capres.

“Kan pertanyaannya Megawati sudah mengumumkan Ganjar ya, mana mungkin Ganjar mau jadi wakil Prabowo. Sementara Prabowo sudah ditetapkan oleh partai sebagai calon presiden,” ujar Desmond.

Desmond menjelaskan pertemuan antara Prabowo dan Megawati bisa saja dilakukan sepanjang Ganjar bersedia menjadi cawapres.

“Ketemu untuk apa? Kecuali Ganjar mau jadi wakilnya Pak Prabowo. Ah itu ada semacam pertemuan, kalau enggak ada capek aja gitu loh,” ungkapnya.

Terkait rencana pertemuan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai komunikasi di berbagai multilevel.

“Ya sebenarnya berbagai komunikasi dilakukan multilevel, multi approach,” kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2023).

Hasto berpendapat komunikasi sesama pimpinan partai politik (parpol) perlu dilakukan demi kepentingan nasional.

“Komunikasi secara intens dilakukan dengan sangat baik, karena ini berkaitan dengan kepentingan nasional kita, berkaitan dengan capres dan cawapres, masa depan Republik Indonesia,” ujarnya.

Karenanya, dia menegaskan segala sesuatu harus dipertimbangkan secara matang.

Menurut Hasto, Megawati juga intens komunikasi dengan pimpinan parpol pendukung Pemerintah Presiden Jokowi.

“Yang jelas Ibu Mega dengan seluruh pimpinan partai politik yang tergabung di dalam pemerintahan Bapak Presiden Jokowi-K. H. Ma’ruf Amin terus melakukan komunikasi yang intens,” ungkapnya.

 


banner 800x800

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *