Terungkap Video Masinton soal Hasrat Firaun Tabrak Konstitusi demi Kuasa, Mendahului Cak Nun

Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengingatkan potensi people power bakal terjadi jika memaksakan penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode. Ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id — Terungap sebuah potongan video singkat berisi pernyataan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu yang membahas soal Firaun ingin terus berkuasa tanpa batasan masa jabatan menjadi viral di media sosial.

Melansir JPNN, video itu sebenarnya merupakan penggalan siniar kanal Total Politik di YouTube yang ditayangkan sekitar sebulan lalu.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Klip itu sudah beredar di medsos, terutama aplikasi TikTok, sebelum video pernyataan budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun soal ‘Firaun bernama Jokowi’ menyebar di media sosial.

Dalam diskusi itu Masinton menyatakan konstitusi memuat ketentuan tentang masa jabatan presiden paling lama dua periode.

“Untuk apa? Untuk menghindari yang namanya kesewenang-wenangan, menghindari masa jabatan yang tidak terbatas,” ujar Masinton.

Legislator PDIP di DPR itu menegaskan semua pihak harus mengawal ketentuan di Undang-Undang Dasar (UUD) tersebut.

Masinton mengatakan masa jabatan presiden tidak boleh diutak-atik dengan alasan adanya aspirasi penundaan maupun perpanjangan.

“Itu aspirasi konyol. Itu aspirasi yang melecekan konstitusi,” ucap mantan aktivis mahasiswa itu.

Mantan pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Zulfan Lindan yang juga hadir dalam diskusi itu menyela pernyataan Masinton.

Zulfan memberikan ilustrasi tentang Firaun yang bisa mengaku menjadi Tuhan.

Mantan ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menjelaskan ada penasihat Firaun yang memberi saran soal cara menjadi Tuhan kepada penguasa Mesir tersebut.

“Umumkan saja, ‘saya adalah rabbul alamin, penguasa alam semesta’,” kata Zulfan menukil saran dari penasihat Firaun.

Masinton langsung menimpali paparan Zulfan. Pendiri Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) itu mengatakan konstitusi membatasi politikus yang memiliki hasrat seperti Firaun itu.

“Jadi, yang ingin melanggengkan kekuasaan dengan menabrak konstitusi, itu adalah hasrat Firaun,” ucap Masinton.

Baru-baru ini sejumlah klip yang beredar di media sosial menunjukkan Cak Nun menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Firaun, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Haman, sedangkan konglomerat Anthony Salim sebagai Qarun.

“Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qarun yang namanya Anthony Salim dan Sepuluh Naga. Terus Haman yang namanya Luhut,” ujarnya.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *