Misteri bangsa Nisnas, makhluk sebelum Nabi Adam yang membangun Atlantis dan Lemurian?

Misteri bangsa Nisnas
Misteri bangsa Nisnas

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – Mereka menguasai bumi jauh sebelum Nabi Adam diturunkan. Jauh sebelum Azazil dikenal sebagai Iblis terkutuk.

Alkisah, Azazil dikirim ke bumi untuk memimpin pasukan malaikat untuk menghancurkan bangsa-bangsa yang merusak.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Azazil adalah makhluk paling saleh dan bertaqwa di luar makhluk yang disebut malaikat.

Beberapa versi percaya bahwa orang Nisnas atau Nasnas adalah makhluk sebelum nabi Adam yang mendirikan peradaban Atlantis dan Lemurian.

Mereka menguasai teknologi tinggi hingga mampu menciptakan persenjataan, mereka telah menciptakan apa yang kita sebut sebagai nuklir. Juga pesawat antariksa, hingga teknik pengolahan dan peleburan logam yang nyaris sempurna.

Dalam beberapa literatur dan kitab-kitab kuno disebutkan bahwa bangsa perusak di muka Bumi pada masa itu adalah bangsa Nisnas dan Jin.

Dengan persenjataan itu mereka berperang, menindas sesamanya, dan saling menumpahkan darah. Bumi pun rusak akibat perang.

Mereka telah melupakan tugasnya sebagai khalifah di muka Bumi sehingga dimusnahkan dari muka Bumi ini untuk digantikan oleh khalifah yang baru, yaitu Nabi Adam.

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman,“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Pelbagai literatur yang merujuk sejumlah manuskrip yang kemudian dikomparasikan dengan kitab-kitab kuno hingga kitab-kitab suci agama samawi, terutama Al Quran, telah memunculkan beberapa rekonstruksi yang sangat menarik tentang bangsa Nisnas.

Dengan penguasaan kitab-kitab klasik, Al Quran, hadis, dan sumber-sumber kontemporer, sejumlah penulis buku mencoba membongkar misteri itu.

Salah satu uraian yang cukup lengkap bisa ditemukan dalam buku berjudul “Para Penghuni Bumi Sebelum Manusia” yang ditulis oleh Mukti Ali, diterbitkan penerbit Zahira tahun 2014.

Dalam sisi yang agak berbeda, buku “Lemurian Adlantis Nusantara: True Back History of Indonesia” disusun dan diterbitkan Santo Saba Piliang pada tahun 2020. Di dalamya ada uraian tentang lokasi Atlantis yang dipercaya berada di Indonesia pada masa silam.

Pendekatan yang agak berbeda bisa kita telusuri pada buku “Sejarah Arab Sebelum Islam – Buku 1 Geografi, Iklim, Karakteristik, dan Silsilah · Volume 1” yang disusun Dr. Jawwad Ali, diterbitkan Pustaka Alvabet pada 2018.

Merujuk pada sumber-sumber klasik seperti manuskrip-manuskrip, artefak-artefak, catatan-catatan orang Yunani, Romawi, Ahli Kitab Yahudi, serta ditopang penemuan mutakhir ahli arkeologi, buku Dr. Jawwad Ali ini memaparkan dengan narasi yang lugas, deskripsi yang jelas, pengamatan mendalam dan penjelasan komprehensif perihal bangsa Arab kuno sebelum Islam.

Mereka mirip manusia tapi bukan bangsa manusia. Mereka hidup layaknya manusia; mereka makan, minum, menikah, dan memiliki keturunan. Mereka juga berperadaban, memiliki kerajaan, mendirikan kota, membangun jembatan, membuat mesin-mesin canggih dan berperang antar sesama.

Satu kelebihan mereka yang luar biasa adalah kemampuan telepati. Teknologi mereka sangat maju, lebih dari teknologi pada saat ini, dan mereka telah membangun kota-kota yang sangat megah dengan segala teknologi canggih dan tata kota yang sempurna.

Bangsa Nisnas mempunyai postur yang jauh lebih tinggi dari manusia saat ini. Kuil-kuil dan bangunan yang dibangun oleh mereka begitu besar dan megah.

Ras mereka ada yang sangat mirip manusia, namun memiliki sayap. Ada pula yang berbadan manusia berkepala hewan ataupun sebaliknya.

Musnahnya Bangsa Nisnas

Melihat kedatangan pasukan langit, makhluk-makhluk itu sangat panik.

Mereka dimusnahkan bersama kesombongan mereka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki.

Mereka dimusnahkan dari planet Bumi untuk digantikan oleh khalifah yang baru, yaitu Nabi Adam.

Ilmu pengetahuan saat ini menyebut Nabi Adam dan semua keturunannya dengan istilah ‘Homo Sapiens’.

Beberapa catatan menyebutkan bahwa sebagian kecil di antara bangsa Nisnas berhasil menyelamatkan diri.

Ada pula yang melarikan diri ke bawah samudra di palung-palung terdalam.

Ada yang melarikan diri ke dalam rongga Bumi dan membangun peradaban mereka kembali.

Bangsa Nisnas dipercaya hidup jauh di utara bumi, dekat Kutub Utara.

Salah satu tempat yang dipercaya menyisakan peninggalan bangsa Nisnas adalah Sbetzbergen.

Di kota ini banyak terdapat peninggalan dari bangsa yang telah musnah ini, seperti lukisan-lukisan manusia bersayap ataupun makhluk setengah hewan.

Muncul teori bahwa pada zaman tersebut makhluk-makhluk setengah hewan memang eksis di bumi. Tak heran di berbagai penjuru dunia kita dapat menemukan berbagai artefak atau lukisan manusia setengah binatang.

Orang-orang juga menghubungkannya dengan putri duyung.

Dengan sisa-sisa teknologi antariksa yang mereka miliki, mereka menyebar ke planet-planet yang jauh untuk membentuk koloni dan membangun peradaban mereka kembali.

Sesekali mereka kembai berkunjung ke Bumi dan manusia modern menyebut mereka dengan istilah ‘Alien’.

Pesawat-pesawat antariksa mereka sangat misterius bagi manusia di Bumi sehingga disebut sebagai “benda terbang tak dikenal” atau Unidentified Flying Objects (UFO).

Berbagai artefak kuno mengisyaratkan bahwa mereka sudah kerap kali mengunjungi berbagai peradaban kuno di masa lampau. Laporan UFO sightings atau penampakan UFO bahkan berjumlah ratusan dari berbagai penjuru dunia sampai hari ini.

Artefak-artefak Misterius

Artefak yang ditemukan sejumlah arkeolog di Turki pada 1973m seperti dikutip dari Ancient-Code, sangat mencengangkan bagi para ilmuwan.

Artefak itu ditemukan di Kota Tushpa yang kini bernama Toprakkale. Para arkeolog memperkirakan artefak itu berusia lebih dari 3 ribu tahun.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *