Baznas Kumpulkan Zakat Rp 26 Triliun ASN Jateng Andil Rp 82,6 Miliar

Baznas Kumpulkan Zakat Rp 26 Triliun ASN Jateng
Baznas Kumpulkan Zakat Rp 26 Triliun ASN Jateng

banner 678x960

banner 678x960

SEMARANG, Hajinews.id – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof Dr Noor Achmad MA mengatakan, hingga Desember 2022 pihaknya mengumpulkan zakat sebanyak Rp 26 Triliun dari para muzaki (orang yang wajib zakat) se-Indonesia. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan lagi.

‘’Kami mengajak para gubernur, bupati, wali kota se-Indonesia, para pimpinan BUMN, BUMD dan lembaga pemerintahan lainnya untuk membantu meningkatkan perolehan dan pendapatan zakat dari para muzaki di daerah masing-masing,’’ tegasnya.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Dia mengatakan hal itu dalam pidato pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Baznas se-Jateng di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Rakor yang diikuti para pengurus Baznas Kabupaten/Kota se-Jateng itu dihadiri Pengurus Baznas RI, Pengurus Baznas Jateng, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kepala Kanwil Kemenag Musta’in Ahmad dan lain-lain. Bertepatan dengan HUT Ke-22 Baznas, Gubernur Ganjar Pranowo pada kesempatan itu didampingi Ketua Baznas RI Prof Dr Noor Achmad MA dan Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Kepala Kanwil Kemanah Musta’in Ahmad.

Dalam pidatonya, Noor Achmad mengajak para pimpinan Baznas untuk melakukan penguatan sebagai lembaga utama mensejahterakan umat. ‘’Konteks kekuatan Baznas mengentaskan kemiskinan. Untuk melaksanakan fungsinya grand desain ke depan lembaga ini harus menjadi bagian dari pemerintahan,’’ tegasnya.

Sementara itu Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi dalam laporanya mengatakan, sepanjang 2022, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan zakat sebanyak Rp 82,6 miliar. Capaian itu menurut Darodji lebih tinggi jika dibandingkan zakat yang terkumpul pada 2021, yakni Rp 57,2 miliar.

“Capaian ini semua atas bantuan dan dorongan bapak Gubernur Jawa Tengah,” kata Kiai Darodji.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, lanjut Darodji, sebanyak 70 persen dana yang terkumpul ditasarufkan kepada Unit Penerima Zakat (UPZ). Sedangkan 30 persen sisanya dikelola oleh Baznas Jateng, untuk ditasarufkan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) baik konsumtif maupun produktif.

Darodji mengatakan, garis besar alokasi tasaruf pada 2022 dibagi 55 persen untuk tasaruf konsumtif, dan 45 persen sisanya untuk tasaruf produktif.

“Tasaruf konsumtif adalah tasaruf yang sifatnya karitatif, yakni bantuan tidak secara langsung terkait dengan pengentasan kemiskinan,” katanya.

Termasuk bantuan perbaikan rumah tidak layak huni dan jambanisasi yang jumlahnya 1.133 unit. Menurutnya, ini bentuk komitmen Baznas turut serta mengeroyok kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah, dan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Disperakim).

POTONG TUMPENG: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua Baznas RI Noor Achmad dan Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji memotong tumpeng HUT Ke-22 Baznas dan diserahkan kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Musta’in Ahmad dalam pembukaan Rapat Koordinasi Baznas se-Jateng di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

“Kami harap pada 2023 ini, tidak kurang dari 1.000 RTLH bisa kami bantu, dan insyaallah akan bertambah dengan program (rehab) RTLH Baznas RI yang dialokasikan ke Jawa Tengah,” kata Darodji.

Sedangkan tasaruf produktifnya, lanjut Darodji, Baznas telah melaksanakan pelatihan kerja, pemberian bantuan modal dan pemberian beasiswa. Hingga saat ini, total ada 15 jenis pelatihan kerja dengan sasaran kelompok yang beragam dilakukan.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *