Tujuh Pilar Kekuatan Hidup Manusia

Pilar Kekuatan Hidup Manusia
Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

banner 678x960

banner 678x960

Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

Hajinews.id – Di antara tantangan mendasar yang dihadapi oleh manusia dalam hidup masa kini adalah pandemi penyakit mental (mental health issues) yang semakin tak terkontrol. Di rumah-rumah sakit Amerika departemen penyakit jiwa (psychiatric department) menjadi departemen yang selalu penuh.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Ambillah salah satu contoh rumah sakit di kota New York, Bellevue Hospital, sebagai salah satu rumah sakit terbesar dan tertua di kota ini. Ada lima lantai yang dikhususkan bagi mereka yang menderita penyakit mental. Dan rata-rata di semua lantai itu “over crowded” (membludak).

Belum lagi ketika kita berjalan-jalan menelusuri pusat kota Manhattan, rimba hutan beton, dengan gedung-gedung pencakar langit itu. Hampir di berbagai sudut jalan ada saja orang-orang yang berprilaku aneh. Ada yang ketawa sendiri, berbincang dengan diri sendiri, bahkan berteriak melampiaskan amarah entah karena apa dan kepada siapa.

Jangan pula terkejut ketika anda naik kereta bawah tanah (Subway) di kota dunia ini. Ada-ada saja prilaku aneh dan terkadang lucu, yang terjadi di atas kereta. Persis seperti pemandangan di jalan-jalan kota Manhattan di atas.

Semua itu kemudian diperburuk dengan kebijakan pemerintah yang justeru memperburuk situasi. Republikan mendukung kebebasan memiliki senjata api. Pembunuhan pun hampir terjadi setiap hari. Demokrat di sisi lain atas nama kebebasan mendukung legalisasi mengkomsumsi ganja. Keduanya telah terbukti membawa musibah besar dalam kehidupan manusia.

Anehnya lagi para pengambil kebijakan di Amerika hanya concern dengan keadaan, dengan upaya solusi yang bersifat sesaat. Solusi yang bagaikan penderita kanker yang disuguhi setiap hari obat peredam rasa sakit (pain killer). Upaya pemerintah pun hanya menyediakan fasilitas tempat tinggal dan kebutuhan material apa adanya.

Yang lebih buruk lagi mereka (penderita penyakit mental) itu di rumah-rumah sakit pada umumnya hanya disuguhi obat-obat penenang. Yang pada akhirnya menjadikan mereka semakin tergantung kepada obat-obat penenang sementara itu.

Masalah kejiwaaan

Seperti pada namanya masalah ini adalah penyakit “mental” (mental sickness). Penyakit yang kaitannya ada pada jiwa manusia. Sesungguhnya memang sangat tidak mudah. Tidak bisa terselesaikan tanpa keinginan untuk menggali lebih jauh akar permasalahannya. Karena semua ini merujuk kepada sesuatu yang paling mendasar pada diri dan kehidupan manusia. Kata kuncinya: hati (qalbu).

Ketika kita mendalami apa kira-kira akar permasalahannya Sehingga jiwa manusia begitu goncang dan mengalami ketidak stabilan yang kronis. Pastinya akan kita temukan sumber permasalahan yang bersifat multi dimensional. Tapi yang paling esensi (mendasar) di antaranya adalah goncangan batin karena kerasnya tekanan kehidupan (life pressure) dunia yang memang menjadi bagian dari karakter dunia materialis-kapitalis.

Ringkasnya dunia modern dengan segala kemajuan fisikal materialnya tidak saja gagal menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Justeru telah menjadi beban berat bagi kehidupan manusia. Manusia menjerit mencari ketenangan dengan berbagai ambisi materialnya. Tapi yang didapatkan justeru tekanan yang membawa kepada penyakit mental yang kronis.

Di sìnilah harusnya Islam hadir sebagai “rahmah” (blessing), manawarkan solusi bagi manusia. Solusi itu terangkum dalam satu kata: hidayah (petunjuk). Inilah yang disampaikan oleh Allah kepada Adam dan Hawa, seperti yang diceritakan di di Surah Al-Baqarah: 38: “Dan turunlah kalian darinya (syurga). Dan jika suatu ketika datang kepadamu dariKu hidayah (petunjuk) maka barangsiapa yang ikut kepada petunjukKu maka tiada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih”.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *