Tanda Kiamat: Orang Bodoh Yang Diangkat Jadi Pemimpin

Orang Bodoh Jadi Pemimpin
Orang Bodoh Jadi Pemimpin, Foto: ilustrasi

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah mengangkat orang bodoh sebagai pemimpin. Dikatakan bahwa para pemimpin akhir ini berbicara tanpa ilmu, sehingga hanya menyesatkan.

Hal ini tertuang dalam kitab Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah terjemahan Subhanur.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Dari Abdullah bin Ash RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Allah SWT tidaklah mengangkat ilmu dengan mencabutnya dari diri manusia, tetapi ilmu diangkat dengan cara mewafatkan para ulama sehingga tidak ada seorang ulama pun, lalu manusia mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Jika mereka ditanya (tentang suatu urusan), mereka menjawab tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Mengenai informasi yang diperoleh dari orang-orang yang bodoh ini, Abu Umayyah Al-Jahmi RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda-tanda kiamat–dalam riwayat lain ada tiga, salah satunya–(yaitu) ilmu diperoleh dari orang-orang lebih rendah (ilmunya).” (HR Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath)

Menurut Abdul Wahab Abdussalam Thawilah, orang-orang yang lebih rendah (ilmunya) dalam hadits di atas adalah para penuntut ilmu yang belum kapabel. Ketika ditanya tentang suatu perkata, mereka menjawab tanpa landasan ilmu, bahkan dengan pendapat mereka sendiri karena malu mengatakan bahwa ia sebenarnya tidak mengetahui hal itu.

Imam Bukhari mengeluarkan hadits tentang orang bodoh yang menjadi pemimpin dalam Kitab Ilmu Bab “Orang yang Ditanya tentang Ilmu Namun Ia Sibuk Bicara, Lalu Ia Menjawab setelah Selesai Bicara”. Dari Abu Hurairah RA ia berkata,

“Suatu ketika sewaktu Nabi SAW berada dalam suatu majelis di mana beliau sedang menceritakan sesuatu kaum, datanglah seorang Badui dan bertanya, ‘Kapankah hari kiamat itu tiba?’ Rasulullah SAW meneruskan ceritanya hingga salah seorang di antara yang hadir itu berkata, ‘Beliau mendengar hal yang ditanyakan oleh orang Badui itu, tetapi beliau tidak suka pada pertanyaan itu?’

Salah seorang di antara mereka ada yang berkata, ‘Barangkali beliau tidak mendengarnya.’ Setelah beliau selesai bercerita, beliau bertanya, ‘Mana orang yang menanyakan tentang datangnya hari kiamat?’ Orang Badui itu menjawab, ‘Aku, wahai Rasulullah.’

Beliau bersabda, ‘Apabila amanah (kepercayaan) sudah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.’ Ia bertanya, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau bersabda, ‘Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya (bidangnya) maka tunggulah datangnya hari kiamat.” (HR Bukhari)

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Kitab Syarah-nya, hadits tersebut menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah orang-orang bodoh menjadi pemimpin umat Islam, baik dalam salat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau mereka menjalankan ibadah dengan benar, mereka memperoleh pahala dan juga orang-orang yang mengikuti mereka. Tetapi jika mereka keliru, maka mereka saja yang menanggung dosa yang mereka lakukan,” jelas Imam an-Nawawi seperti disyarah oleh Musthafa Dib al-Bugha dkk dan diterjemahkan oleh Misbah.

Dalam Shahih Al-Hakim turut disebutkan sebuah riwayat yang mengatakan bahwa orang-orang pilihan akan direndahkan, sedangkan orang-orang jahat akan diangkat juga menjadi salah satu tanda kiamat. Hadits ini diriwayatkan dari Abdullah bin Amr RA secara marfu’,

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat ialah orang-orang pilihan direndahkan, sedang orang-orang jahat diangkat.” (HR Al-Hakim dan ia men-shahihkannya dengan disetujui Adz-Dzahabi. Ath-Thabrani turut meriwayatkan hal serupa)


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *