Segelintir Orang Menguasai Kekayaan Global

Segelintir Orang Menguasai Kekayaan Global
Erizeli Bandaro

banner 678x960

banner 678x960

Oleh : Erizeli Bandaro

Hajinews.id – Mengapa berkali kali Elon Musk mau invest di Indonesia, dan akhirnya hanya cerita. Mengapa soft bank akhirnya juga gagal investasi di Indonesia. Kalau teman-teman lihat Eropa dan AS menempati urutan lebih rendah dari Singapore dan China sebagai investor. Media massa memberitakan alasan kegagalan itu. Tapi sebenarnya ini berkaitan dengan rendahnya implementasi ESG di Indonesia. Tahun 2021, berdasarkan survey IBCSD (Indonesia Business Council for Sustainable Development), Indeks ESG Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 47 pasar modal di dunia. Rendah sekali kepatuhan kita kepada ESG.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Sebelum saya bahas lebih lanjut soal sumber daya keuangan global untuk investasi di Indonesia, sebaikanya saya jelaskan secara sederhana tentang ESG (Environment, Social, Governance). ESG adalah  standar perusahaan dalam praktik investasinya yang terdiri dari tiga konsep atau kriteria Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perusahaan. Sederhananya, setiap investasi harus memperhatikan lingkungan. Kalaupun itu dipenuhi maka investasi itu harus berdampak sosial bagi masyarakat sekitarnya. Dan harus dikelola dengan baik, tidak bersifat rente dan korup atau bahasa mesra entrepreneurship vision.

Mulia sekali kan konsep ESG itu? Lantas siapa yang menggagas itu? Sebenarnya ide itu datang dari Individu yang masuk kategori “ultra high net worth“ (UHNW) – atau secara awam disebut “para konglomerat financial” Populasi ultra-high-net-worth global berdasarkan laporan (2022) dari Wealth-X adalah 392.410. Terdiri dari AS sebanyak 134.530. Asia sebanyak 116.080. Eropa ada   100.370 individu. Kekayaan gabungan UHNW secara global pada paruh pertama tahun 2022 menjadi US$41,8 triliun. Bayangkan segelintir orang itu punya aset mengalahkan PDB China dan AS. Jadi gerakan mereka sangat significant mempengaruhi dunia untuk terjadinya perubahan.

Mereka ini memang tidak terungkap namanya di publik. Tapi 90% lebih perputaran uang di dunia ada pada mereka. Nah mereka inilah yang mendorong agar negara G7 meratifikasi ESG dan kemudian bergulir ke level G20. Sejak tahun 2020, ESG sudah menjadi standar dunia investasi. Pertanyaan bego. Mengapa sampai begitu pedulinya mereka UHNW itu soal ESG? Pertama mereka merasa dirugikan akibat negara-negara di dunia menerapkan sistem kapitalisme yang mengabaikan standar moral. Data dari Wealth-X, kekayaan gabungan UHNW secara global turun 11% pada paruh pertama tahun 2022.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *