Refly Harun Bilang Cak Nun Tak Bisa Dianggap Penghinaan ke Presiden, Ini Penjelasannya

Refly Harun tanggapi Luhut yang layangkan somasi kepada Haris Azhar. /YouTube/Refly Harun

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id — Ahli hukum tata negara Refly Harun mengatakan, bahwa budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun tidak bisa dianggap begitu saja melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meskipun Cak Nun menyebut Jokowi sebagai Firaun, namun menurut Refly hal tersebut merupakan kritikan terhadap kekuasaan, sehingga ia tidak bisa dikatakan melakukan penghinaan terhadap presiden

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Kenapa? ada dua hal sebenarnya yang ingin saya singgung dalam kesempatan ini, pertama itu adalah kritik, tidak bisa kemudian langsung dikatakan itu sebagai penghinaan,” ujar Refly Harun dikutip dari YouTube Refly Harun, Rabu (18/1)

“Karena tidak sifatnya fisikal, tapi dia melihatnya sebagai sebuah watak dari kekuasaan, jadi kalau kita bicara misalnya watak dari kekuasaan itu nggak ada bedanya misalnya kalau kita mengatakan bahwa kekuasaan Jokowi cenderung otoriter,” sambungnya.

“Kita tidak bicara Jokowinya yang otoriter, tetapi his presidensi, kepresidenannya, bahkan ada beberapa orang yang misalnya melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Refly mencontohkan, selain Cak Nun, sebelumnya BEM UI juga pernah mengatakan bahwa Jokowi adalah ‘The King of Lips Service’ atau raja yang melayani hanya melalui kata-kata dan bukan tindakan.

“Seperti misalnya BEM UI mengatakan The King of Lips Service misalnya, kurang lebih sama itu adalah penilaian terhadap jalannya kekuasaan. Karena itu saya rasanya tidak sepakat kalau langsung itu dianggap penghinaan, itu adalah kritik walaupun kritik yang sangat keras,” ujar Refly Harun.

Refly menggarisbawahi, kritik BEM UI yang menjurus meskipun agak kasar, tetapi itu adalah sebuah kritik, sebabnya, kata dia, tentulah kritik keluar dari orang yang mencintai Indonesia.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *