PKB Jatim Bela Cak Nun yang Ibaratkan Jokowi ‘Firaun’: Jangan Dimaknai Dangkal

Emha Ainun Najib atau Cak Nun (foto: ist)

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id — Usai perntaannya yang mengibaratkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti Firaun heboh di dunia maya, Cendekiawan dan budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) pun mengaku kesambet saat mengucapkan hal itu. Kendati demikian, PKB Jatim membela Cak Nun.

Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi menyebut orasi dari Cak Nun tidak seharusnya selalu dimasukkan ke hati. Sebab, Cak Nun merupakan budayawan dengan ilmu tinggi.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Orasi Mbah Nun jangan selalu dimasukkan hati. Kata-kata beliau tidak bisa dicerna hanya dalam satu sudut pandang. Beliau itu budayawan dengan kedalaman ilmu agama yang sangat mumpuni. Harus cerdas menyikapi Mbah Nun. Netizen tidak perlu baper (terbawa perasaan),” kata Fauzan kepada detikJatim, Kamis (19/1/2023).

Fauzan meminta netizen tidak berlebihan merespons pernyataan Cak Nun. Apalagi, Presiden Jokowi juga tidak bereaksi apapun terkait ceramah Cak Nun tersebut.

“Katakan lah kritik tersebut kita maknai dangkal-dangkal saja, toh Pak Jokowi tidak bereaksi apa-apa kok. Pak Jokowi kan negarawan, beliau tidak antikritik. Kenapa netizen heboh? Malah ada yang lapor pihak berwajib segala, mau panjat sosial?,” ujar Fauzan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim mengungkapkan apa yang menjadi kritik dari Cak Nun jangan disikapi dengan pikiran dangkal. Apalagi, setiap manusia memiliki potensi sifat seperti Firaun.

“Saya kalau jadi Pak Jokowi, justru saya langsung minta waktu ke Mbah Nun. Sowan, minta doa, minta nasihat. Jadi, kritik Mbah Nun jangan dimaknai dangkal. Dipikir dan diresapi, biar akal kita bekerja,” jelasnya.

“Setiap manusia, memiliki potensi sifat Qorun, Firaun, Abu Jahal dalam dirinya. Begitu juga sebaliknya, setiap manusia pasti memiliki nilai-nilai profetik dalam dirinya. Yin and Yang kalau dalam filosofi Tionghoa. Sudahi saja polemik ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, video ceramah Cak Nun viral dan menuai kontroversi. Mengutip CNN Indonesia, potongan video ceramah Cak Nun menyebut Jokowi sebagai Firaun dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Haman.

“Hasil pemilu mencerminkan tingkat kedewasaan dan tidak rakyatnya. Betul tidak? Bahkan juga algoritma pemilu 2024. Kan, enggak mungkin menang, wis sa ono sing menang saiki,” kata Cak Nun dalam potongan video tersebut.

“Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga. Terus Haman yang namanya Luhut,” tambahnya.

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *