Hasil Inspeksi DPR: PT GNI Diskriminatif, Gaji TKI Lebih Kecil dari TKA China

Hasil Inspeksi DPR: PT GNI Diskriminatif, Gaji TKI Lebih Kecil dari TKA China

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id — Buntut bentrok maut di pabrik pengolahan nikel (smelter), PT Gunbuster Nickel Industri (PT GNI) pada Sabtu (14/1), Komisi III DPR melakukan inspeksi ke Sulawesi Tengah. Sidak dilakukan selama dua hari sejak Kamis (19/1) hingga hari ini, Jumat (20/1). Dalam kunjungan itu, sejumlah perwakilan Komisi III melakukan audiensi dengan beberapa pihak yakni, Polda Sulteng dan Serikat Pekerja PT GNI.

“Komisi III mendapat paparan rinci dari Kapolda dan jajarannya terkait dengan peristiwa unjuk rasa yang kemudian disusul dengan kerusuhan dan pembakaran sejumlah mess TKA China,” ucap Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani dalam keterangannya, Jumat (20/1).

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Berdasarkan keterangan yang diterima Komisi III, Arsul menyebut tidak ada penembakan peluru oleh petugas terhadap pengunjuk rasa. Para pengunjuk rasa setelah Polri turun juga dapat mengendalikan diri.

Sementara, serikat pekerja kepada Komisi III DPR menyebut PT GNI telah melanggar hak konstitusional para pekerja untuk berserikat. PT GNI disebut telah melanggar aturan ketenagakerjaan dengan memberikan kontrak jangka pendek dan hanya perpanjangan setiap bulan.

Sedangkan, pekerja yang bergabung atau menjadi anggota serikat, kontrak mereka tidak diperpanjang. Bahkan, mereka menurut Arsul juga diperlakukan berbeda atau diskriminasi dalam soal gaji dibanding TKA China meski jenis pekerjaan mereka sama.

“Mereka diperlakukan berbeda atau diskriminatif dalam soal gaji dan lain-lain, dibanding TKA China meski jenis pekerjaan mereka sama,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Komisi III meminta PT GNI tak melakukan tindakan sewenang-wenang dengan melangkahi hak konstitusional maupun aturan UU Ketenagakerjaan. Arsul juga meminta polisi menerapkan keadilan restoratif terhadap 17 orang yang menjadi tersangka dalam bentrok mau tersebut.

Bentrokan maut di PT GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), terjadi pada Sabtu (14/1) malam. Dua pekerja yang merupakan tenaga kerja asing (TKA) China dan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Parepare, tewas dalam peristiwa nahas itu.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar

  1. Bupati dan Disnaker Morowali harus diselidiki. Anggota DPR harusnya tdk perlu turun, jika aparat tersebut tidak tutup mata pada pelanggaran UU tenaga kerja tahun 1970 oleh PT. GN

  2. Bupati dan Disnaker Morowali harus diselidiki. Anggota DPR harusnya tdk perlu turun, jika aparat tersebut tidak tutup mata pada pelanggaran UU tenaga kerja tahun 1970 oleh PT. GNI. Jika tdk ada tindakan perbaikan kejadian berpotensi terulang kembali.