Beras impor mulai Digelontorkan ke Pasaran, Harga Beras Masih Tinggi


banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku tak tahu penyebab harga beras masih tinggi meski telah menggelontorkan beras ke pasar.

Buwas menduga, ada aksi mafia di balik gonjang-ganjing harga beras di dalam negeri yang terus naik.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Sebenarnya saya sudah tahu, dan saya tidak bodoh-bodoh amat. Kalau tanda kutip ada mafia, memang ada. Saya ini punya kebijakan atas dasar perintah presiden, kita harus menggelontorkan sebanyak mungkin. Tidak ada monopoli terhadap masalah perberasan, karena beras adalah kebutuhan pokok yang mendasar,” kata Buwas kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/1/2023).

Hal itu disampaikan di hadapan sejumlah pedagang beras yang sengaja dipanggil ke kantornya. Dalam pertemuan itu, Buwas mengatakan, pasokan di pasar saat ini kurang.

Hal itu dibenarkan seorang pedagang beras, Zul.

“Rata-rata di Food Station kalau normal secara keseluruhan ada stok 40-50 ribu ton, sekarang ada diperkirakan ada 20 ribu ton,” kata Zul.

“Di situ membuktikan supply-nya berkurang,” timpal Buwas.

Untuk menekan laju kenaikan harga beras, kata Buwas, sejak awal tahun 2023, pihaknya telah menggelontorkan sebanyak 100 ribu ton beras di seluruh Indonesia. Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal Operasi Pasar beras.

“Sekarang kita punya beras untuk kepentingan intervensi pasar dan masyarakat, harga murah dan kebutuhan tercukupi. Kita sudah lakukan, tapi saya nggak tahu, begitu banyak yang kita lepas tapi harganya masih tinggi,” tambahnya.

“Kemarin begitu kita mengintervensi kayak menggarami lautan, harga nggak turun. Saya kira ini ada masalah, saya check and recheck, betul ternyata ada masalah,” ungkap Buwas.

Karena itu, dia berharap pelaksanaan OP harus betul-betul diawasi. Sebab, belum akan ada panen hingga Februari nanti.

“Nanti awal Maret sudah ada panen,” katanya.

Sementara itu, Panel Harga Badan Pangan menunjukkan, harga beras hari ini, Jumat (20/1/2023 pukul 11.36 WIB), harga beras premium naik Rp10 jadi Rp13.180 per kg dan beras medium turun Rp50 jadi Rp11.530 per kg.

Harga ini adalah rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran.

Chart Panel Harga Badan pangan juga menunjukkan, tren kenaikan harga beras sudah berlangsung sejak Juli 2022. Tercatat, harga beras di bulan Juli 2022 masih di Rp10.700 per kg, lalu melonjak jadi Rp11.340 per kg di bulan Desember 2022.

Begitu juga dengan harga beras premium. Di bulan Juli 2022, harganya masih Rp12.250 per kg, lalu terbang ke Rp12.910 per kg di bulan Desember 2022.

Akibat kenaikan harga yang terus berlanjut, akhir tahun 2022 lalu pemerintah menugaskan Bulog mengimpor 500 ribu ton beras. Yang harus direalisasikan sepenuhnya sebelum masuk panen raya musim pertama tahun 2023 yang diprediksi di bulan Maret nanti.

Bulog mengklaim, sebanyak 200 ribu ton beras impor dari penugasan itu telah masuk RI, sedangkan 300 ribu ton sisanya sedang dalam perjalanan.

Hanya saja, meski impor dibuka, harga beras tak kunjung melandai. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun dibuat geram dan mengaku telah memperingatkan Bulog soal tren harga beras.

Presiden juga mewanti-wanti kepala daerah jangan hanya ‘asal bapak senang’, tapi harus rajin mengecek pergerakan harga sembako, termasuk beras langsung ke lapangan. Sehingga, diperoleh data yang akurat.

 

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *