Arab Saudi dan Sepak Bola: Mutualisme Menuju Reformasi Kebudayaan?

Arab Saudi dan Sepak Bola
Arab Saudi dan Sepak Bola

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – Umat salafi Wahabi menganggap bahwa panahan adalah “olahraga islami”. Sebaliknya, olahraga sepak bola dipandang sebagai sebuah aktivitas yang sia-sia, mengikuti budaya kafir-sekuler Barat, jalan menuju kemaksiatan dan dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Namun siapa sangka, Arab Saudi yang mula-mula berdiri di atas basis kelompok ultrakonservatif itu kini justru menganggap sepak bola sebagai bagian penting di negaranya. Hanya segelintir masyarakat yang tertarik akan panahan dibanding sepak bola yang rupanya berhasil menjadi olah raga nomor satu di sana.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Saudi era kini mampu menciptakan stadiun sepak bola sebagai “masjid”, tempat para pendukung loyal berkumpul, tokoh-tokoh yang bermain, ada hirarki dan struktur sosial, ada praktik ritual keagamaan (berdoa sebelum bermain atau agar tim favoritnya menang), dan semacamnya. Saudi era kini menampilkan wajah berbeda melalui peran sepak bola.

Tapi faktanya, sepak bola bukan barang asing di Arab Saudi. Federasi Sepak Bola Saudi sudah dibentuk tahun 1956, dan tim kesebelasannya pun telah eksis sejak 1927 sebelum deklarasi dan pendirian negara-kerajaan Arab Saudi modern tahun 1932. Tetapi, kelompok-kelompok puritan seringkali menjadi pengganjal perkembangan sepak bola di Arab Saudi. Boro-boro tim sepak bola wanita, tim sepak bola pria di Arab Saudi terbilang stagnan meskipun federasinya masih aktif.

Namun, sejak Muhammad bin Salman mengambil alih tampuk kekuasan Istana, Arab Saudi berhasil mengeliminasi eksistensi kelompok konservatif-militan itu. Dampaknya, Saudi kini berhasil mengembangkan klub-klub sepak bola populer, sebut saja dua klub tersukses Saudi, al-Hilal dan al-Nassr.

Hingga saat ini, sepak bola di negara-negara Teluk bahkan berkembang menjadi sebuah industri dengan total aset yang fantastis. Menurut Nermeen Abbas, jurnalis Forbes Middle East, 10 klub teratas sepak bola Timur Tengah memiliki nilai aset 395 juta dollar. Dari 10 tim kaya itu, Arab Saudi mendominasi dengan lima tim, kemudian disusul Qatar dan UEA yang masing-masing dua tim, lalu Mesir dengan satu tim.

Pasca Muhammad bin Salman, kultur Arab Saudi pelan-pelan mengalami transformasi. Yang paling nyata adalah dalam aspek sepak bola. Arab Saudi perlahan mulai membuka diri untuk berinteraksi dengan Eropa untuk membincang “proyek” sepak bola. Salah dua contohnya adalah ketika Arab Saudi membuka negaranya untuk menyelenggarakan final piala domestik Liga Spanyol, Supercopa de España.

Final yang mempertemukan juara La Liga dan juara Copa del Rey pada musim sebelumnya itu sudah mulai dijalankan di Arab Saudi sejak musim 2019/2020. Pemerintah Arab Saudi disebut menjalin kesepakatan dengan RFEF, Federasi Sepak Bola Spanyol, senilai 30 juta euro atau sekitar Rp 492,6 miliar per edisi hingga 2029 untuk menggelar Piala Super Spanyol. Dalam berita yang dilansir bola.kompas.com, Negara Teluk itu akan menyuntikkan dana sejumlah 250-320 juta euro (sekitar Rp 4,04 triliun – Rp 5,179 triliun) ke rekening RFEF.

Selain itu, ada kesepakatan mengenai hak siar televisi untuk tiga tahun awal kompetisi tersebut. Nilai kontrak kerja sama ini adalah tujuh juta euro (sekitar Rp 113,297 miliar). Untuk edisi tahun ini (16/1/2023), Final Piala Super Spanyol mempertemukan antara juara La Liga, Real Madrid, dan runner up La Liga, Barcelona. Laga yang berlangsung di King Fahd International Stadium, Riyadh, itu akhirnya dimenangkan Barcelona dengan skor 3-1.

Tidak hanya dengan Spanyol, Arab Saudi juga meneken kontrak dengan Italia dengan mengadakan final Supercoppa Italiana di sana. Mendahului kontrak dengan Spanyol, kontrak dengan Feferasi Sepak Bola Italia, FIGC, sudah terjadi sejak tahun 2018. Sama dengan Spanyol, Arab Saudi menjalin kerja sama dengan Italia untuk menggelar Piala Super Italia hingga 2028/2029 hanya dengan nilai kontrak yang berbeda, yakni sebesar 138 juta uero.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *