Siapa Orang yang Akan Melihat Allah SWT di Akhirat Kelak?

Orang yang Akan Melihat Allah SWT
Orang yang Akan Melihat Allah SWT

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – Ayat Al-Qur’an maupun haditsnya pernah menyinggung perkara kesempatan untuk melihat Allah SWT di akhirat kelak. Digambarkan dalam surah Al Qiyamah ayat 22-23, mereka yang terpilih terlihat berseri-seri mendapat kesempatan tersebut.
(22) وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ

(23) اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Artinya: Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, (karena) memandang Tuhannya.

Lantas, siapa orang yang dimaksud dalam ayat di atas?

Menurut Tafsir Tahlili dalam Qur’an Kementerian Agama (Kemenag), ayat di atas merujuk pada calon penghuni surga. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menambahkan, para penghuni surga tersebut akan melihat Allah SWT secara nyata tanpa ada dinding pembatas atau hijab.

Penglihatan tersebut, diserupakan Imam Nawawi seperti melihat bulan. Namun yang diserupakan adalah cara melihatnya bukan dalam artian menyamakan Allah SWT dengan bulan.

“Yang diserupakan di sini adalah cara melihatnya (tidak ada kesulitan), bukan Allah diserupakan dengan bulan (mempunyai bentuk dan ukuran),” tulis Imam Nawawi yang diterjemahkan Tim Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah dalam Tanya Jawab Islam.

Keterangan di atas juga dijelaskan dalam salah satu hadits dari Shahih Muslim. Menurut hadits tersebut, ketika penghuni surga sudah masuk ke surga, Allah SWT menanyakan nikmat yang ingin ditambahkan untuk mereka.

“Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari neraka?’

Rasulullah SAW bersabda, ‘Kemudian Allah membuka hijabNya maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka sukai daripada kenikmatan melihat Allah ‘azza wajala,’ kemudian Rasulullah membaca surah Qaf ayat 35.” (HR Muslim).

Kenikmatan melihat Allah SWT tanpa ragu, syak, dan hijab itulah yang disebut sebagai kebahagiaan yang sempurna. Ditegaskan dalam surah Yunus ayat 26, hadiah tersebut ditujukan untuk penghuni surga yang berbuat baik di dunia.

لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Artinya: Bagi orang-orang yang berbuat baik (ada pahala) yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Wajah-wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula diliputi) kehinaan. Mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.

Adapun ciri penghuni surga sendiri sudah pernah diterangkan Allah SWT melalui surah Ali Imran ayat 16-17. Allah SWT berfirman,

(16) اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ

(17) اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ

Artinya: 16. (Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.”

17. (Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam.

Imam As Sha’luki pernah menafsirkan hadits tentang ru’yatullah atau melihat Allah SWT bagi orang mukmin. Ia mengartikannya bahwa kelak penghuni surga melihat Allah SWT tanpa tempat dan tanpa arah bahkan tidak pula saling berdesakan antara satu sama lainnya.

“Orang-orang mukmin tersebut berada di dalam surga, namun Allah tidak dikatakan di dalam atau di luar surga. Karena Allah bukan benda (yang mempunyai bentuk dan ukuran). Dia ada tanpa tempat dan tanpa arah,” terangnya yang disepakati Kitab Fath Al Bari.

Masyaa Allah. Semoga kita semua menjadi bagian orang-orang yang berkesempatan untuk melihat Allah SWT saat di surga kelak ya. Aamiin yaa Rabbal’alamin.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *