Kisah Abu Nawas: Asyik Bercengkerama dengan Penghuni Kuburan, Alasannya Gak Masuk Akal!

Asyik Bercengkerama dengan Penghuni Kuburan
Asyik Bercengkerama dengan Penghuni Kuburan. Foto: unsplash

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – SUATU hari ada seseorang berjalan-jalan menyusuri Kota Baghdad. Lalu sampailah dia di sebuah tempat permakaman umum. Di permakaman tersebut orang itu melihat Abu Nawas sedang berada di sebuah kuburan.

Maka ia segera mendekati Abu Nawas. Betapa terkejutnya orang tersebut ketika melihat tingkah Abu Nawas yang menggantungkan kakinya di batu nisan. Lalu orang itu bertanya kepada Abu Nawas. “Wahai Abu Nawas, apa yang kau lakukan di sini?” tanya orang tersebut, dikutip dari kanal YouTube Humor Sufi Official.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Saya berinteraksi dengan orang-orang yang tidak pernah menyakiti saya dan ketika saya pergi mereka tidak menggosipkan saya,” jawab Abu Nawas.

Makna dari perkataan Abu Nawa adalah bahwa ia lebih memilih berada di kuburan bersama orang mati karena menurutnya orang mati tidak akan menyakitinya atau menggosipkannya ketika ia meninggal.

Kemudian Orang itu berkata kembali kepada Abu Nawas, “Wahai Abu Nawas, tidakkah engkau tahu sekarang harga-harga sandang, pangan, papan mulai naik? Maukah kau ikut denganku untuk berdoa kepada Allah agar harga-harga bisa terkendali?”

Abu Nawas segera membalas dengan perkataan, “Demi Allah, aku tidak peduli meskipun dibayar 1 dinar sekalipun. Sesungguhnya Allah telah meminta kita untuk menyembah-Nya sebagaimana perintah-Nya, dan Allah memberikan rezeki kepada kita sebagaimana yang telah Ia janjikan.”

Abu Nawas kemudian bertepuk tangan dan bersenandung, “Wahai penikmat dunia dan perhiasannya, kedua matanya tak pernah tidur dari kelezatannya. Kau hanya sibuk dengan apa yang tak teraih. Apa yang hendak dikata ketika suatu saat nanti berjumpa dengan Tuhannya?”

Wallahu a’lam bisshawab.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *