Hikmah Pagi: Amalan Sederhana Ini Membawanya Menjadi Calon Penghuni Surga


banner 678x960

banner 678x960

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau berkata:

يَطْلُعُ الْآنَ مِنْ هَذَا الْفَجِّ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.”

Kemudian seorang laki-laki dari Anshar (penduduk Madinah) lewat di hadapan mereka dengan bekas air wudhu yang masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.

Esoknya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: “Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.” Kemudian muncul lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya.

Esoknya lagi Rasulullah bersabda: “Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!” Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk sebagaimana kondisi sebelumnya; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal .

Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Karena penasaran Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki itu, lalu ia berkata kepadanya: “Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku dan berjanji tidak pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan aku menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.”

Laki-laki Anshar itu menjawab: “Silahkan!”

Anas berkata bahwa Abdullah bin Amr setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki itu tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail. Hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang Subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

Abdullah bin Amr juga mengatakan: “Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.”

Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah bin Amr menganggap remeh amalnya. Ia berkata: “Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda: “Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.” Selesai beliau bersabda, yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau.

“Saya jadi penasaran mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?” tanya Abdullah bin Amr.

Kemudian lelaki Anshar itu menjawab: “Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.”

Abdullah bin Amr berkata: “Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya.”

Demikian kisah sahabat Anshor penghuni surga itu. Beliau bukan ahli ilmu seperti Sayyidina Ali atau Sayyidina Abu Bakar dan Utsman sang dermawan. Tetapi seorang yang menjaga hati dari hasad dan iri hati.

Dari kisah ini dipetik hikmah ternyata surga itu diperoleh bukan hanya sekadar atas kesalehan zahir, tetapi juga karena kebersihan hati. Surga itu tempat yang suci dan bersih yang disediakan bagi mereka yang tidak memiliki kebencian terhadap saudara muslim lainnya.

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *