Agama dan Perilaku LGBT

Agama dan Perilaku LGBT
Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

banner 678x960

banner 678x960

Oleh Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

Hajinews.id – Kaum agamawan terutama yang berbasis pada ajaran Nabi Ibrahim, sejak ribuan tahun telah mengambil sikap berbeda dengan para homoseks, biseks, lesbianisme, maupun transgendender. Azab Allah terhadap kaum Sodom pada masa Nabi Luth (ponakan Nabi Ibrahim) terdokumentasi dalam kitab-kitab agama mereka (Taurat, Injil dan Al-quran). Sehingga termasuk dalam doktrin agama yang dipegang teguh.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Namun, nampaknya “perlawanan” dari para pelaku LGBT tidak juga berhenti. Beberapa kali mereka mendemo Paus di Vatikan agar menerima petisi mereka untuk “menghalalkan” apa yang telah nikmat mereka rasakan itu. Otoritas di Vatikan, nampaknya pluktuatif menyikapi serangan para LGBT itu. Mungkin ada sebab mengapa demikian, tapi untuk menghindari prasangka, baiknya tidak kami teruskan.

Berbeda dengan Yahudi dan Muslim, hingga saat ini tidak ada tawar menawar, tidak ruang yang terbuka untuk menerima perilaku LGBT itu.

Namun sejauh ini, nampaknya belum ada penjelasan memadai atas penolakan agama-agama terhadap perilaku LGBT tersebut.

Catatan ini, kami tulis dengan tanpa membuka refrensi, sehingga keseluruhannya kami sampaikan berdasarkan pengetahuan yang sampai kepada kami, tentu melalui membaca, namun kami tidak hanya membaca satu refrensi saja, dan juga sudah lupa, kapan dan dimana pernah membacanya.

Sebab itu kami mesti terbuka untuk mengatakan kepada para pembaca, silahkan terima jika menurut anda masuk akal, tidak usah terima jika sebaliknya anda memahaminya tidak masuk akal.

Ketertarikan seksual, adalah salah satu dari beberapa jenis nafsu. Jenis yang lain adalah nafsu makan, minum. Setidaknya dua jenis ketertarikan (nafsu) itu cukup untuk dijadikan contoh pembahasan.

Nafsu atau “desire” adalah sifat alami dari materi, dimana satu materi saling tarik menarik dengan materi yang lain. Lebih jauh perihal daya tarik materi ini penjelasannya bisa anda temukan dalam teori-teori fisika quantum, terutama perihal perilaku atom.

Singkatnya, materi memiliki ketertarikan kepada sesama materi.

Makin intens suatu materi berinteraksi dengan materi lain, daya tarik atau magnit dari materi itu makin meningkat pula.

Demikianlah yang terjadi dalam pola hubungan seksual sesungguhnya. Bukan hanya dikalangan LGBT, namun juga terjadi pada manusia dan bahkan hewan atau makhluk pada umumnya. Karena itu, hubungan seksual bisa terjadi bukan hanya dikalangan internal species manusia, bahkan bisa terjadi lintas species, misalnya dengan menyetubuhi hewan peliharaannya. Bahkan bisa terjadi menyetuhuhi boneka pun sudah merasa puas secara seksual, seperti yang kita bisa baca pada sejumlah orang di Jepang. Juga ada yang telah merasa puas dengan berbagai alat bantu sex.

Semua itu bisa terjadi, karena daya tarik materi atas materi yang lain.

Sehingga pola hubungan seksual dikalangan LGBT itu, tiada lain hanya termotivasi oleh nafsu belaka, atau semata karena daya tarik materi pada tubuh yang satu dengan materi pada tubuh yang intens bersosialisasi dengan mereka. Karena itu jika cinta itu adalah sesuatu yang immateri (bukan bersifat materi), maka sesungguhnya tidak ada cinta dalam perilaku LGBT itu. Tiadanya cinta inilah yang seringkali berakibat fatal dikalangan para pelaku LGBT jika menemukan pasangannya tertarik kepada orang lain.

Posisi Agama

Agar kami tidak memasuki wilayah agama orang lain, (dimana kami tidak mengalami ajaran agama itu), maka penjelasan berikut kami sampaikan dalam perspektif ajaran Islam.

Ajaran Islam diturunkan dari Al-Haqq, Allah swt dengan Kitab Suci Al-quran yang diyakini mutlak, sempurna kebenarannya. Bisa diterima akal, tidak bertentangan dengan postulat sains (yang benar).

Islam melarang penyembahan kepada selain Allah. Termasuk melarang memuliakan, mengagungkan, mencintai selain Allah. Karena dalam konsep ajaran Islam, manusia adalah makhluk ciptaan yang paling mulia, paling sempurna disisi Allah. Namun demikian Islam mengajarkan untuk saling menghormati sesama makhluk ciptaan Allah, dalam batas-batas yang diatur oleh syariat Islam.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Luar biasa, jika sudah ada khususnya d8 Jayapura Papua, saya siap pesan sekarang juga 🙏