Masa lalu Yudo Margono, Calon Panglima TNI, Anak Petani Yang Mau Tdur di Masjid Gegara Lantaran Tak Punya uang

Yudo Margono Calon Panglima TNI
Yudo Margono dan Kapolri listyo Sigit Prabowo

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id – Kita sangat terharu dengan masa lalu Laksamana TNI Yudo Margono, Panglima TNI yang menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Putra petani yang kini menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu juga berjuang masuk TNI.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Sebagai anak seorang petani desa, Yudo Margono tidak memiliki kenalan di kota ketika mengikuti pemilihan pendaftaran.

Dia sangat ingin tidur di mesjid karena tidak punya cukup uang untuk membayar bus pulang pergi.

Perjuangan Yudo Margono terbayar dan karirnya di TNI melejit. Kini, Jokowi mengajukan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai satu-satunya calon Panglima TNI.

Informasi pencalonan Yudo Margono disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani pada Senin, 28 November 2022.

“Nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa SE.MA.Msc adalah Laksamana TNI Yudo Margono SE.MM, Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL yang menjabat saat ini,” kata Puan.

Selanjutnya, kata Puan, Yudo Margono dapat mulai untuk mengikuti fit and proper sesuai dengan mekanisme yang berlaku di Komisi I.

“Bisa segera mengikuti proses dan mekanisme di DPR untuk nanti melaksanakan mekanisme fit and proper (test) di DPR,” jelas Puan Maharani.

Lantas bagaimana rekam jejak Yudo Margono?

Berikut rekam jejak Yudo Margono hingga akhirnya diusulkan menjadi calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Rekam Jejak Yudo Margono

Mengutip TribunJakarta.com, sebelum masuk di dunia kemiliteran, Yudo Margono ternyata memiliki pengalaman menyentuh saat memperjuangkan diri untuk mendaftar TNI AL.

Sebelum menjadi prajurit TNI AL, Yudo harus merasakan perjuangan berat saat remaja.

Yudo Margono yang lahir di Madiun pada 26 November 1965 ini benar-benar murni mengikuti seleksi pendaftaran masuk TNI tanpa biaya.

Karena, anak petani ini hanya bermodalkan tekad dan niat untuk masuk menjadi bagian pembela negara.

Yudo harus menempuh perjalanan dari Madiun ke Surabaya untuk mengikuti pendaftaran TNI.

Ia pun harus mengeluarkan ongkos pulang-pergi naik bus serta untuk makan sehari-hari.

Bahkan ia harus rela tidur di masjid selama proses pendaftaran karena dirinya tak punya kerabat di Surabaya.

Yudo akhirnya berhasil masuk Akademi Angkatan Laut dan menjadi lulusan tahun 1988.

Ia juga menjadi salah satu prajurit terbaik TNI AL dan kini menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Bapak Insfrastruktur TNI AL

Selama menjabat sebagai KSAL, Yudo memiliki prioritas utama untuk pembangunan sumber daya manusia atau SDM.

Pikirannya fokus bagaimana mencetak prajurit-prajurit TNI AL yang tangguh, andal dan profesional.

Untuk membangun SDM yang tangguh, andal dan profesional diperlukan infrastruktur yang mewadahi.

Yudo pun melakukan pembangunan infrastruktur yang diwujudkan melalui pendirian Satuan Pendidikan dan Latihan di luar Pulau Jawa yakni di Sorong, Makassar dan Tanjung Uban.

Hal ini berhubungan dengan pemerataan fasilitas pelatihan dan pendidikan yang selama ini terpusat di Surabaya, Jawa Timur.

Pemerataan sarana dan prasarana di luar Pulau Jawa juga berkenaan dengan keinginan Pemerintah RI untuk percepatan pembangunan di daerah.

Adapun salah satu pembangunan sarana pelatihan dan pendidikan adalah kolam renang, mengingat kegiatan TNI AL berdekatan dengan olahraga perairan.

Selain itu, Yudo memikirkan kesejahteraan para anggota TNI agar mendapatkan perumahan baik dinas, mess dan rumah pribadi bagi prajurit maupun perwira.

Pasalnya, untuk menciptakan personil TNI AL yang berkualitas dan profesional berhubungan juga dengan kesejaterahan keluarganya.

Sehingga, Yudo sampai dinobatkan sebagai sebagai Bapak Infrastruktur TNI AL.

Tercatat, setidaknya ada 94 infrastruktur sudah dibuat sejak dirinya menjabat pada Mei 2020.

Jabatan Strategis

Berbagai jabatan strategis pernah diemban Yodo Margono, di antaranya Komandan KRI Ahmad Yani-351 pada tahun 2006, Komandan Lanal Sorong tahun 2008, Komandan Satuan Kapal Cepat Koarmatim tahun 2010, dan Komandan Satuan Kapal Eskorta Koarmatim pada tahun 2011.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *