Setahun Sebelum Seseorang Meninggal, Allah Mengirim Malaikat Atau Setan Untuknya

Sebelum Seseorang Meninggal Allah Mengirim Malaikat Atau Setan
Sebelum Seseorang Meninggal Allah Mengirim Malaikat Atau Setan

banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id Setahun sebelum seseorang meninggal dunia, Allah SWT mengirimkan kepadanya malaikat atau setan. Masing-masing bertugas membimbing atau menyesatkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Hal ini dalam Musnad Ahmad yang diriwayatkan oleh Aisyah RA yang dikutip oleh mufasir terkenal Andalusia Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam Kitab At-Tadzkirah.

Disebutkan dalam hadis: “Jika Allah menginginkan kebaikan pada seseorang, maka satu tahun sebelum kematiannya, Allah memerintahkan seorang malaikat untuk membimbing orang itu dan juga memberinya taufiq agar orang mengatakan: Fulan telah meninggal dalam keadaan yang terbaik.’

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Ketika orang itu meninggal dan melihat pahala perbuatannya, jiwanya merindukannya. Saat itu dia ingin bertemu Tuhan dan Tuhan ingin bertemu dengannya. Dan ketika Tuhan menginginkan sesuatu yang buruk untuk seseorang, maka satu tahun sebelum dia mati, Tuhan membiarkan iblis datang kepadanya, lalu dia menipu dia dan membuatnya takut, sehingga kamu berkata: “Si Fulan meninggal dalam yang terburuk”. Kondisi.’

Ketika orang itu akan mati dan melihat penghakiman yang akan menimpa mereka, hati mereka sangat gelisah. Kemudian dia menolak untuk bertemu Allah dan Allah menolak untuk bertemu dengannya.”

Ibnu Thulun juga menyebutkan hadits tersebut dalam kitab At-Tahrir Al-Murassakh dan mengatributkannya dengan cara Marfu kepada Ibnu Abi Ad-Dunya karya Aishah RA.

Kehendak Allah SWT mengenai kebaikan atau keburukan seseorang sebelum meninggal juga disebutkan dalam riwayat At Tirmidzi dalam surat Al-Qadar karya Anas RA. Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya ketika Allah Azza wa Jalla menginginkan kebaikan dari sesuatu, Dia memakainya.”

Seseorang bertanya kepadanya: “Bagaimana Allah menggunakannya, wahai Rasulullah?”

Dia berkata: “Beri dia Taufiq untuk amal saleh sebelum dia mati.”

Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Al-Albani, semoga Allah merahmatinya, juga menyebutnya shahih sebagaimana tertuang dalam Sahih Al-Jami’. Hadits serupa juga disebutkan dalam Sahih Al-Jami. Nabi SAW bersabda: “Ketika Allah menginginkan hal-hal yang baik untuk hamba-Nya, Dia memberinya madu.”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa artinya ‘berikan dia madu’?”

Dia menjawab: “Allah telah membuka (taufik) baginya untuk melakukan amal saleh sebelum kematiannya, sehingga orang-orang di sekitarnya akan senang dengan dia.”

Sedangkan bagi orang kafir, karena berdasarkan riwayat Ibnu Juraij dari Nabi SAW, beliau pernah bercerita kepada Aisyah RA tentang firman Allah SWT yang berbunyi:

حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ

Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia).” (QS Al Mukminun: 99)

Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang mukmin melihat para malaikat, mereka berkata kepadanya, ‘Maukah kamu kami kembalikan lagi ke dunia?’ Maka jawab si mukmin, ‘Ke negeri kesusahan dan kesedihan?’ Lalu dia katakan pula, ‘Teruskan menghadap kepada Allah.’

Adapun, orang kafir, maka para malaikat berkata kepadanya, ‘Maukah kamu kami kembalikan ke dunia?’ Maka dia menjawab, “Ya, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal saleh.’” (QS Al Mukminun: 99-100)

Semoga kita termasuk golongan orang yang mendapat taufik dari Allah SWT sebelum datangnya kematian.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *