Ganjar Diharapkan Maju di Pilpres, Masinton: Kami Ingin PDIP dengan Trah Bung Karno, Bukan Ujug-ujug Muncul


banner 678x960

banner 678x960

Hajinews.id — Politisi PDIP Masinton Pasaribu mengungkapkan kekhawatirannya jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Masinton menegaskan bahwa kader PDIP menginginkan ada penerus trah Bung Karno yang mengerti betul arah pemikiran sang proklamator.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Hal itu disampaikan Masinton dalam kanal Youtube Refly Harun, dikutip pada Senin 28 November 2022.

“Kita tahu bahwa JK (Jusuf Kalla) pernah terlempar dari Golkar. Tapi ketika jadi Wakil Presiden jadi ketua umum. Jadi siapapun yang menjabat sepertinya sangat mudah men-take over (mengambil alih) parpol. Saya menangkap pesan dari Bu Mega, jika Ganjar naik akan mengahabisi trah Soekarno?” tanya Refly yang dikutip pada Kamis (26/5).

“Sebenarnya yang khawatir bukan Bu Mega, tapi kami kader. Kader selalu berkepentingan agar partai ini tetap dengan trah Bung Karno, karena itu adalah roh dari ideologi perjuangan kami,” jawab Masinton.

Masinton juga mengatakan bahwa kader PDIP tidak menginginkan ada sosok lain yang mengambil alih PDIP.

“Kami enggak mau tuh ujug-ujug muncul yang lain, yang enggak punya sejarah dengan Bung Karno tau-tau mau (nyapres). Katakan nih, karena punya kuasa, punya modal men-take over (mengambil alih) ini, enggak bisa,” ujar dia.

Pasalnya, kata dia, PDIP memiliki sejarah yang sulit, khususnya untuk mengembalikan trah Soekarno yang mana embrionya dari Partai Nasional Indonesia (PNI).

“Kalau kita lihat tonggak republik ini PDI. Kalau kita runut dari PNI, Bung Karno dengan ide merdekanya,” ujar dia.

“Dan ketika PDI sudah difusikan, muncul yang namanya Bu Mega yang menjadi dorongan akar rumput saat itu untuk ada kongres di Surabaya, sampai mengeskalasi 20 Juni 1996, itu sebagi bagaian dari proses perlawan rezim itu berpuncak sampai ke 98,” sambungnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pihaknya akan melawan jika muncul sosok di luar trah Soekarno.

“Sejarah partai ini sejarah perebutan, dan ini dioperasi dari lama. Jadi kami enggak bisa begitu. Jadi kami akan melawan, kader di akar rumput akan melawan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat. Menurutnya, ciri pemimpin tersebut terlihat dari dari penampilan dan wajahnya.

“Perlu saya sampaikan pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya. Itu kelihatan dari penampilannya itu kelihatan,” kata Jokowi di acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11).

Jokowi berkata, pemimpin yang memikirkan rakyat banyak kerutan di wajahnya. Selain itu, rambut pemimpin tersebut berwarna putih.

“Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada,” kata Jokowi.

Jokowi bilang hati hati dengan calon pemimpin yang mukanya mulus. Dia kembali berkata, pilih pemimpin yang rambutnya putih.

“Saya ulang jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya, dari kerutan di wajahnya, kalau wajahnya clink bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati hati, lihat juga lihat rambut rambutnya, kalau rambutnya putih semua ini mikir rakyat ini,” kata Jokowi.

Sumber: Wartaekonomi


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *