Memahami Anies Baswedan dan Politik Identitas

Anies Baswedan dan Politik Identitas
Anies Baswedan dan Politik Identitas

banner 678x960

banner 678x960

Oleh: Smith Alhadar – Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDe)

Hajinews.idAnies Rasyid Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, sering disalahfahami. Tokoh besar seperti dia  besar dalam moral, pikiran, dan tindakan memang sulit difahami dengan pikiran yang konvensional karena melampaui sekat-sekat sosial, agama, dan zaman.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Legacy-nya yang ditinggalkan ketika memimpin Jakarta selama lima tahun (2017-2022) tak mungkin diperinci dan dijelaskan dalam tulisan singkat ini: terlalu banyak dan terlalu kompleks. Tulisan ini malah akan terlihat sumir kalau mencoba memaparkan semuanya tentang dia.

Sulitnya memahami Anies karena ia selalu berpikir dan bertindak out of the box. Tak heran kita selalu dibuat terkejut ketika ia melahirkan karya yang berceritera. Dan semuanya bermuara pada kepentingan semua manusia secara berkeadilan.

Memang baru kali ini ada pemimpin di Indonesia yang mampu secara gamblang mengaitkan program pembangunannya dengan ideologi bangsa. Lebih khusus lagi, semua yang dilakukan adalah pemenuhan janji kemerdekaan. Kendati demikian, penentangnya cukup banyak. Sebagian karena tidak memahaminya dan sebagian lain sengaja membunuh karakternya dengan isu politik identitas.

Tiba-tiba saja identitas dan politik identitas yang sebenarnya merupakan hal yang wajar menjadi terminologi yang menyeramkan layaknya isu PKI, yang mengalihkan perhatian masyarakat dari isu-isu substantif kenegaraan dan kebangsaan. Anies dikatakan mengusung politik identitas, yang dalam konteks ini berarti ia memiliki pemikiran dan sikap intoleran serta diskriminatif terhadap kelompok lain.

Bahkan ia menghadirkan ancaman terhadap Pancasila, demokrasi, pluralisme, dan hak asasi manusia. Aneh bukan? Pasalnya, selama memimpin Jakarta tak satu pun program atau kebijakan Pemprov DKI yang membenarkan tuduhan para pembencinya. Malah para tokoh semua agama dan kelompok sosial mengapresiasi kinerjanya.

Tentu saja Anies punya identitas sebagaimana seluruh manusia di muka bumi dari dulu sampai sekarang. Identitas adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok sosial bersamaan dengan signifikansi nilai dan emosional dari keanggotaan tersebut.

Identitas sosial berkaitan dengan keterlibatan, rasa peduli, dan juga rasa bangga dari keanggotaan dalam kelompok tertentu, suatu esensi yang dapat dimaknai melalui tanda-tanda selera, kepercayaan, sikap, dan gaya hidup. Identitas pada dasarnya merujuk pada refleksi dari diri kita sendiri dan persepsi orang lain terhadap diri kita.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *