Hikmah Siang: Agungnya Nikmat Hidayah


banner 678x960

banner 678x960

Engkau bukan siapa-siapa, bukan keluarga Nabi Muhammad shallallaahu’alaihi wa sallam yang berjasa kepada beliau, hidup di negeri dan waktu yang jauh dari beliau, bahasa Arab pun mungkin belum lancar, tidak pula punya jasa besar untuk Islam…

Tapi engkau seorang muslim, maka engkaulah yang terpilih mendapatkan hidayah Islam, sementara Abu Thalib tidak terpilih, padahal yang mengajaknya masuk Islam adalah da’i terbaik, maka seharusnya engkau sadar bahwa hidayah adalah nikmat terbesar…

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Bahkan sampai saat sakit parah menjelang wafat Abu Thalib, sang guru terbaik masih berusaha untuk mendakwahinya, tapi hidayah milik Allah ‘azza wa jalla, yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui siapa yang pantas mendapat hidayah, renungkanlah kisah Abu Thalib berikut ini…

Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, beliau berkata,

“Tatkala Abu Thalib menjelang wafat, datanglah Rasulullah shallallâhu‘alaihi wa sallam kepadanya, dan saat itu Abdullah bin Abi Umayyah serta Abu Jahl berada di sisinya, maka Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam berkata kepadanya:

‘Wahai pamanku, ucapkanlah Lâ Ilâha Illallâh, satu kalimat yang dapat kujadikan sebagai hujjah untukmu di sisi Allah’.

Namun, kedua orang itu berkata kepadanya: ‘Apakah engkau membenci agama Abdul Muththalib?’

Nabi shallallâhu‘alaihi wa sallam pun mengulangi ucapan dakwah kepada Abu Thalib, tetapi kedua orang itu juga mengulang-ulangi perkataan mereka kepadanya.

Pada akhirnya, Abu Thalib memilih tetap berada pada agama Abdul Muththalib dan enggan mengucapkan Lâ Ilâha Illallâh.

Nabi shallallâhu’alaihi wa sallam kemudian bersabda: ‘Sungguh aku akan memintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang.’

Maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya sebagai teguran,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى

“Tidak patut bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat.” (At-Taubah: 113)

Dan mengenai Abu Thalib, Allah menurunkan firman-Nya,

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang layak mendapat hidayah.” (Al-Qashash: 56) [HR. Al-Bukhari].


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *