Rumah Seakan Terbalik, Cerita Warga Ketika Probolinggo Diguncang Gempa 4,1 Magnitudo

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id – Sejumlah personel BPBD Kabupaten Probolinggo dikerahkan untuk melakukan pendataan dampak gempa tektonik.

Seperti diketahui, Berdasar data BMKG Juanda, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,1 melanda Kabupaten Probolinggo.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Titik gempa berada di 14 km timur laut Kabupaten Probolinggo dengan kedalaman 6 km.

Gempa bumi terjadi pukul 17.45 WIB, Rabu (23/11/2022).

Beberapa warga di wilayah Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Pakuniran, Kecamatan Besuk, Kecamatan Kotaanyar dan Kecamatan Paiton, merasakan guncangan gempa.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo mengatakan saat ini personel masih berada di lokasi yang warganya merasakan getaran gempa.

Berdasar laporan sementara, di wilayah Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo terdapat rumah yang terdampak gempa.

“Sementara, ada tiga rumah yang retak akibat gempa di Desa Tambak Ukir. Sampai saat ini, tim masih menghimpun data di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Kotaanyar, Kecamatan Paiton, Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Besuk,” katanya kepada Surya melalui sambungan telepon.

Rachmat juga mengimbau kepada warga agar tidak panik dan tetap waspada.

“Masyarakat tidak perlu panik. Namun, harus tetap waspada,” imbaunya.

Warga Desa Sambirampak Kidul Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Siti Arbiya (23), mengatakan, dia merasakan getaran gempa yang sangat kuat.

Suara yang dihasilkan gempa juga bikin dirinya gelisah. Suara terdengar bak kayu besar yang patah.

“Rumah saya sangat bergetar saat gempa berlangsung. Rumah seperti mau terbalik. Ada suara seperti kayu besar yang patah. Beruntung, tidak ada kerusakan pada rumah saya akibat gempa,” katanya kepada Surya.

Siti mengungkapkan, ketika gempa terjadi dia bersama suami sedang berada di ruang tamu rumah.

Siti bersantai, sedangkan suaminya memperbaiki kipas angin yang kebetulan tengah rusak.

“Begitu gempa terasa, saya dan suami lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tetangga sekitar juga panik dan berhamburan keluar rumah,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebut pembangkit listrik PT. PJB di Paiton tak terdampak getaran gempa.

Saat ini, personel polsek juga dikerahkan untuk mengecek dampak gempa di wilayah masing-masing.

“Saya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan segera melapor kepada kepolisian bilamana terkena dampak dari gempa yang baru saja terjadi,” pungkasnya.

Supervisor Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Probolinggo Aries Setyawan mengatakan belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang berpusat di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu petang.

“Hingga saat ini masih dalam assessment dan masyarakat hanya merasakan getaran hingga skala II MMI,” katanya saat dihubungi per telepon di Probolinggo.

“Kami berharap mudah-mudahan tidak ada dampak kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,1 tersebut di sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sementara salah seorang warga di Kecamatan Paiton, Muhammad mengatakan guncangan gempa terasa di rumahnya, sehingga bersama istri dan anak-anaknya keluar rumah.

“Setelah kami rasakan tidak ada guncangan gempa, maka kami kembali masuk ke rumah dan berharap tidak ada gempa susulan,” ujarnya.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 4.1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Probolinggo tersebut dikabarkan juga dirasakan beberapa desa di Kabupaten Situbondo di antaranya di Kecamatan Banyuglugur, Jatibanteng dan Sumbermalang. (dbs).

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *