Gelombang PHK Massal Menerpa Perusahaan Teknologi, Berapa Kisaran Gaji Karyawan GOTO, Bukalapak, dan Blibli?

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id – JAKARTA — Gelombang pemutusan hubungan (PHK) kembali menerjang perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka, baik global maupun Indonesia. Opsi tersebut kini diambil oleh decacorn Tanah Air PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).

Gelombang PHK baru-baru ini sempat diumumkan raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, shoppingmode Amazon, yang akan untuk memberhentikan 10.000 pekerja di berbagai lini usahanya. Bloomberg melaporkan kebijakan ini paling berimbas pada layanan Echo dan Alexa. Setali dua uang, shoppingmode Amazon bahkan menghentikan proses rekrutmen sampai waktu yang tidak ditentukan.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Kabar PHK massal juga datang dari Sea Ltd., induk Shopee dan Garena. Mereka dikabarkan telah memangkas 7.000 pekerjaan atau sekitar 10 persen dari total karyawannya dalam enam bulan terakhir. Sea Ltd. memang tengah berjuang memperbaiki kinerja keuangan dan menekan kerugian.

Laporan terbaru juga mengungkapkan bahwa opsi PHK juga dipertimbangkan oleh perusahaan teknologi lainnya, mulai dari Alphabet Inc. yang merupakan induk Google sampai induk Facebook dan Instagram, Meta Platforms Inc.

Lantas bagaimana dengan perusahaan teknologi di Indonesia?

Berdasarkan keterangan resmi GOTO, sejak awal perseroan telah melakukan evaluasi optimalisasi beban biaya secara menyeluruh, termasuk penyelarasan kegiatan operasional, integrasi proses kerja, dan melakukan negosiasi ulang berbagai kontrak kerja sama.

Pada akhir kuartal kedua 2022, perusahaan berhasil melakukan penghematan biaya struktural sebesar Rp800 miliar dari berbagai aspek penghematan, seperti teknologi, pemasaran dan outsourcing.

Namun demikian, untuk lebih jauh bernavigasi di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan, GOTO harus mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap Grup GoTo.

“Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology. GoTo telah mencatatkan pertumbuhan yang konsisten di bidang ini, didorong oleh strategi Perusahaan yang menyasar pada peningkatan jumlah pengguna multiplatform, alokasi insentif secara efektif, serta membangun sinergi terintegrasi dalam ekosistem,” jelas Manajemen GOTO, Jumat (18/11/2022).

Adapun jika merujuk pada laporan keuangan per Juni 2022, beban gaji dan imbalan karyawan GOTO mencapai Rp7,41 triliun. Angka tersebut naik 103,43 persen dibandingkan dengan Januari—Juni 2021 dan setidaknya setara dengan 38,66 persen dari total beban per Juni sebesar Rp19,18 triliun.

GOTO dan entitas anaknya tercatat memiliki 9.630 karyawan per 30 Juni 2022, meningkat dari posisi Desember 2021 ketika Grup mempekerjakan 9.044 orang.

Dengan asumsi setiap orang memperoleh pendapatan yang sama, maka rata-rata karyawan GOTO memperoleh gaji sebesar Rp770,24 juta selama enam bulan. Upah tersebut setara dengan Rp128,37 juta per bulan.

Sementara itu, emiten teknologi lain seperti PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang mempekerjakan lebih sedikit karyawan tercatat menggelontorkan biaya yang jauh lebih sedikit daripada GOTO dalam hal pembayaran upah.

Sampai akhir kuartal III/2022, BUKA telah mengeluarkan Rp703,19 miliar untuk total 2.270 karyawannya. Jumlah karyawan tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2021 sejumlah 2.236 orang. Namun jumlah itu lebih sedikit daripada data per Juni 2022 yang mencapai 2.387 orang.

Mengacu pada total beban gaji dan upah karyawan di atas, maka setiap karyawan BUKA rata-rata menerima Rp309,77 juta selama Januari—September 2022. Dengan rata-rata gaji Rp34,42 juta per bulan, beban gaji BUKA lebih kecil daripada GOTO yang melampaui Rp100 juta per orang bulan.

Tak ketinggalan, pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) alias Blibli tercatat memiliki beban umum dan administrasi sebesar Rp1,57 triliun sepanjang Januari—Juni 2022, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp973,12 miliar.

Dari total beban tersebut, pengeluaran untuk gaji, tunjangan, pengembangan dan imbalan kerja mencapai Rp894,91 miliar, naik 60,86 persen dibandingkan dengan Rp556,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Blibli melaporkan bahwa jumlah pekerjanya per Maret 2022 mencapai 1.629 karyawan. Dengan asumsi jumlah tersebut tidak berubah sampai Juni 2022, maka rata-rata gaji dan imbalan yang diterima setiap pekerja mencapai Rp549,36 juta selama periode enam bulan. Artinya, gaji bulanan karyawan Blibli secara rata-rata mencapai Rp91,56 juta.

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *