Berdasarkan Survei Seorang Youtuber, Benarkah Biaya Haji dari Indonesia Lebih Murah Ketimbang Arab Saudi?

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id – Benarkah biaya haji dari Indonesia lebih murah ketimbang dari Arab Saudi.

YouTuber asal Indonesia di Arab Saudi, Alman Mulyana mengungkapkan biaya yang dikeluarkan oleh jemaah haji dari berbagai negara di penjuru dunia, termasuk dari Indonesia dan Arab Saudi.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Menariknya adalah, biaya haji Indonesia lebih murah ketimbang berbagai negara bahkan warga lokal Arab Saudi sendiri.

Kala itu, Alman menanyakan kepada para jemaah haji dari berbagai negara.

Hal itu dia beberkan dalam video di kanal YouTube Alman Mulyana yang diunggah pada 12 Juli 2022.

“Kali ini saya wawancara dengan para jemaah haji dari berbagai negara. Ternyata hajian di Indonesia lebih murah,” bebernya.

Alman dan rekannya Iday menanyakan jemaah haji dari Yaman.

“Biayanya 25.000 riyal atau kurang lebih Rp 100 Juta,” beber Alman dalam video.

“Saya kira itu 10.000 paling mahal, ternyata di Yaman 25.000 riyal.

Jadi walapun Yaman itu satu daratan dengan Arab Saudi tetapi biaya haji nya mahal,” bebernya.

Kemudian Alman dan rekannya juga menanyakan biaya haji tahun ini khusus negara Mesir.

Sementara jemaah haji dari Mesir juga mengungkapkan bahwa biayanya dihitung sebanyak 23.000 riyal.

Jika dikurs menjadi rupiah yakni sebesar Rp 92 juta.

“Padahal deket ya guys Mesir kalau lewat laut merah,” ucap Alman Mulyana.

Alman menyangka negara-negara yang dekat dengan Arab Saudi biayanya akan murah, tetapi tidak.

Termasuk dari Oman biayanya yang dikeluarkan oleh jemaah haji dari negara tersebut sebesar hampir Rp 100 juta jika dikurs ke rupiah.

Sedangkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jemaah Indonesia pada 2022 mencapai Rp39,8 juta.

Dana itu dialokasikan untuk biaya penerbangan, sebagian akomodasi di Makkah dan Madinah, living cost (biaya hidup), dan visa.

Ternyata, angka tersebut lebih rendah dari pada beberapa negara lain, termasuk bagi warga lokal asal Arab Saudi.

Dilansir dari laporan terbaru di costmentor.com/hajj-cost, penduduk lokal Arab Saudi harus membayar tasrih (izin haji) paling tidak SAR3.000 atau sekitar Rp11.478.858.

Itu merupakan tarif terendah tanpa layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi.

Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Nasrullah Jasam menjelaskan jika mencakup biaya paket dengan fasilitas tambahan hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah lokal Arab Saudi minimal harus merogoh kocek sebesar SAR10.800 (setara Rp43.101.051).

“Mereka masuk mulai 5 Zulhijah dan harus selesai pada tanggal 12. Jadi, cuma seminggu, mereka harus mengikuti nafar awal,” kata Nasrullah.

Harga tersebut masih merupakan paket termurah.

Pelayanannya hanya meliputi fasilitas angkutan menuju Armuzna dan konsumsi sampai 12 Zulhijah.

“Tanpa ada fasilitas ziarah ke Madinah, apalagi salat arbain (40 waktu),” ungkap Nasrullah.

Level berikutnya ada yang hingga menyentuh SAR13 ribu hingga SAR15 ribu atau setara Rp43.788218 sampai Rp59.711.207.

“Tergantung fasilitas tambahannya,” ungkap Nasrullah.

 

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *