Tahun Depan Siap-siap! Biaya Haji Kemungkinan Naik Drastis, Kang Ace: Biaya Haji Selama Ini Tak Rasional

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id – Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditetapkan DPR bersama dengan pemerintah selama ini dinilai tidak rasional.

Hal itu disebabkan subsidi yang dibayarkan kepada jemaah calon haji sangat besar mencapai 60 persen.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Subsidi yang besar ini sudah gak sehat lagi sehingga akan membebani keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bahkan bisa jadi kolaps,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, H. Tb Ace Hasan Syadzily, saat Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) di Hotel Grand Sunshine, Minggu 13 November 2022.

Lebih jauh Kang Ace Hasan mengatakan, biaya haji sesungguhnya yang harus dibayar jemaah haji bisa mencapai Rp80 juta.

Bahkan tahun depan diperkirakan sudah di atas Rp 90 juta karena adanya kenaikan biaya BBM pesawat maupun biaya yang dikenakan pemerintah Arab Saudi.

“Di lain pihak pada tahun 2022 ini jemaah haji hanya membayar Rp35 juta sehingga subsidinya sangat besar,” kata wakil rakyat asal Kabupaten Bandung dan Bandung Barat ini.

Dia mencontohkan pada musim haji 2010 subsidi yang diberikan kepada seorang jemaah haji baru 10 persen.

“Lalu subsidi ini naik terus sehingga saat ini sudah mencapai 60 persen. Kalau ini terus dibiarkan sudah tak sehat lagi, di mana arti istitaah atau mampu bagi calon haji?” Ujarnya.

Padahal faktor kemampuan atau istirahat ini menjadi syarat utama mengikuti ibadah haji baik mampu secara biaya, fisik, mental dan kemampuan lainnya.

“Selama ini memang ada faktor non teknis misalnya masalah politis dalam penentuan besaran biaya haji,” katanya.

Apabila DPR dan pemerintah menentukan biaya haji terlalu tinggi bisa-bisa mendapat stigma negatif dari masyarakat.

“Namun sudah waktunya faktor non teknis ini dikurangi sehingga penentuan biaya haji bisa mendekati kondisi sesungguhnya.

“Kalau biaya haji masih sekitar Rp35 juta hanya cukup untuk membayar tiket pesawat terbang dan living cost. Lalu, biaya makan, penginapan dan transportasi dari mana?” Katanya.

Kang Ace mengakui praktek yang sudah terjadi adalah bagi hasil dari penempatan dana haji untuk 10 tahun ke depan sudah dipakai saat ini.

“Jadi, jemaah haji tahun ini memakai hasil optimalisasi biaya haji yang seharusnya dipakai 10 tahun lagi. Kasihan nanti jemaah haji tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Ibaratnya BPKH sudah memakai skema fonzi yang diharamkan dan merugikan jemaah lain.

“Jangan kaget apabila DPR bisa menyesuaikan biaya haji untuk tahun 2023 dengan kondisi sesungguhnya,” katanya.

Dilansir dari laman Jurnal Soreang, apabila subsidi haji ditekan maksimal 30 persen dari saat ini 60 persen membuat biaya haji dua kali lipat dari saat ini atau sekitar Rp70 juta.

Seperti kata Kang Ace, siap-siaplah membayar lebih mahal karena operasional haji memang naik drastis.

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *