Sosok Haji Yendra Fahmi Senang Menyumbang Puluhan Miliar, RS Muhammadiyah Bandung Selatan Pun Beres

Sosok Haji Yendra Fahmi
Berdiri di Lahan 1,1 Hektar, Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan Diresmikan, kemegahan RS ini karena didukung sumbangan besar dari pengusaha Yendra Fahmi
banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.idAlhamdulillah telah selesai dan  diresmikan Rumah Sakit  Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) sebagai RS Muhammadiyah yang ke-119.

Lokasi RSMBS di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diresmikan Kamis 3 November 2022.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Peresmian dilakukan mantan Wakil Presiden RI H.M. Jusuf Kalla dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir.

Banyak yang hadir dalam acara peresmian itu. Ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Ketua Umum MUI Buya Dr. H. Anwar Abbas, mantan Kapolri Jenderal Pol. Purn. Badrodin Haiti, Senator asal Sumbar Dr. Alirman Sori, Ketua PP Aisyiah Hj. Siti Noordjanah Djohantini, dan mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Hadir.pula Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafly Amar Dt. Rangkayo Basa, Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Suhardi Alius, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network Global Burmalis Ilyas , sejumlah pejabat tinggi militer, Polri, sipil, anggota PP dan Ketua PW Muhammadiyah se-Jawa, serta ratusan tamu undangan lainnya.

Pembangunan RS tipe C dengan 55 tempat tidur serta ICU dan IGD, menghabiskan biaya sebesar Rp60 miliar.

Hebatnya lagi seluruh biaya pembangunan merupakan sumbangan dari pengusaha dermawan H. Yendra Fahmi dan keluarga. Fahmi sendiri merupakan pengurus Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah.

Mantan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla alias JK dalam testimoninya mengatakan, dengan jumlah rumah sakit 119 buah, Muhammadiyah merupakan pemilik jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia, setelah pemerintah.

JK memuji kedermawanan Fahmi sebagai yang patut ditiru. “Fahmi ini menyumbang di mana-mana, karena itu usahanya maju. Jadi saya ingatkan, kalau ingin usahanya maju, rajin-rajinlah menyumbang,” kata JK yang disambut tepuk tangan dan tawa riuh hadirin.

H. Yendra Fahmi adalah seorang pengusaha nasional asal Minang yang dikenal dermawan. Ketika terjadi kerusuhan Wamena tahun 2019, ia menyumbang Rp1 miliar untuk biaya memulangkan perantau Minang di Papua ke Sumatera Barat.

Di tahun yang sama, ia juga menyumbang Rp30 miliar untuk pembangunan masjid besar di Komplek Mualimin Muhammadiyah di Bantul, Yogyakarta. Masjid yang diresmikan Presiden Jokowi bulan September 2021 diberi nama Masjid H. Yuliana, yaitu nama almarhumah ibunda H. Yendra Fahmi.

Sebelum itu, ia juga menyumbang 300.000 dolar Australia (sekitar  Rp3 miliar) guna menambah kekurangan dana pembelian properti untuk Surau Sydney Australia (SSA) tahun 2020 lalu.

H. Yendra Fahmi lahir di Pekanbaru 23 Januari 1971 sebagai anak keenam dari delapan bersaudara keluarga perantau Minang.

Ibunya Hj. Yuliana berasal dari Sulit Air, Kabupaten Solok, sedang ayahnya H. Nafli Munaf berasal dari Sianok, IV Koto, Agam.

Bersumber dari tulisan Hasril  Chaniago, Yendra memulai usaha dari bawah, sejak usia 40 tahun Fahmi sudah menjadi pengusaha sukses.

Usaha H. Yendra Fahmi mulai dari bidang pertambangan, kelapa sawit, dan properti tersebar dari Jakarta, Jambi, hingga Kalimantan di bawah kelompok usaha Indobagus Investama.

Melalui PT Suri Motor Indonesia Fahmi juga pemilik dealer Mercedes Benz terbesar di Indonesia dengan kantor pusat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Menikah dengan perempuan bernama Suri Meidina Hanifah dan dikaruniai tiga orang anak, Fahmi adalah pegusaha sukses yang rendah hati.

Menurut beberapa karyawannya, lelaki yang biasa puasa Senin-Kamis ini punya kebiasaan khusus setiap pulang dari kantor.

Di mobilnya selalu ada banyak nasi kotak atau nasi bungkus. Makanan itu ia bagi-bagikan langsung kepada orang-orang kurang beruntung yang ia temui di jalan. Seperti para pemulung atau tunawisma.

Ketika ditanya soal amal-amal kebajikannya,  Fahmi menjawab dengan mengingat nasihat kedua orang tuanya semasa masih hidup.

“Perbuatan baik hendaklah dilakukan sendiri, jangan diwakilkan kepada orang lain,” katanya.***


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *