Kisah Abu Nawas: Lebih Dulu Mana Telur Atau Ayam? Tak Disangka, Ini Jawaban Cerdas Abu Nawas

Lebih Dulu Mana Telur Atau Ayam?
Lebih Dulu Mana Telur Atau Ayam?
banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id – Sejak kecil bahkan hingga sekarang, tentu kita pernah mendapat pertanyaan atau sering mendengar tentang duluan mana telur dengan ayam.

Bahkan, pertanyaan soal lebih dulu mana telur atau ayam, sebenarnya sudah ada sejak lama.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Namun bagian sebagian besar orang, pertanyaan tersebut sangat sulit untuk dijawab.

Ketika kita menjawab duluan telur, tentu yang memberikan pertanyaan akan mengejar jawaban kita dengan pertanyaan “Emang telur keluarnya dari mana?,”.

Demikian juga sebaliknya, ketika kita menjawab lebih dulu ayam, tentu akan dikejar lagi dengan pertanyaan “Emang ayam keluar dari mana?,”. Begitu seterusnya sehingga kita pun dibuat bingung untuk menjawab.

Namun jauh sebelumnya, sebenarnya ada orang yang bisa memberikan jawaban cerdas tentang pertanyaan lebih duluan mana telur dan ayam ini.

Orang tersebut adalah Abu Nawas, orang yang dikenal cerdas ketika diberi pertanyaan-pertanyaan sulit oleh sang raja.

Dikutip dari kanal Youtube Tafakkur Fiddin, berikut ini kisah Abu Nawas yang mampu memberikan jawaban cerdas atas pertanyaan sang raja tentang Duluan Mana Telur atau Ayam.

Pada suatu hari, Baginda Harun Ar-Rasyid tersenyum sendiri, manakala mendapati ayam betinanya bertelur.

Beliau memanggil pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahwa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum.

Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah, tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal.

Barangsiapa yang bisa menjawab pertanyaan itu, akan mendapatkan imbalan yang amat menggiurkan, yakni satu Pundi penuh uang emas.

Tetapi apabila tidak bisa menjawab, maka harus menerima hukuman. Undian yang berisiko!.

Pada kondisi susah begini, sayembara itu mengundang banyak peminat. Sayang beribu sayang, karena hukuman yang berat bila gagal menjawab, maka para peminat itu hanya bisa menelan air liur saja.

Pundi-pundi uang emas itu sungguh memikat.

Namun apa daya, otak diragukan kecerdasannya mengingat beratnya hukuman yang akan dijatuhkan. Maka, hanya empat orang yang nekat mengikuti sayembara itu.

Abu Nawas yang mendengar sayembara Raja, langsung mendaftar. Dia menjadi salah satu dari empat orang itu.

Aturan main sayembara itu ada dua. Pertama, jawaban harus masuk akal. Kedua, peserta harus mampu menjawab sanggahan dari Baginda sendiri.

Pada hari yang telah ditetapkan, para peserta sudah siap di depan panggung. Penonton pun berjubel. Mereka ingin menyaksikan siapa yang beruntung akan mendapatkan pundi-pundi uang emas itu.

Baginda duduk di atas panggung. Beliau memanggil peserta pertama peserta.

Pertama maju dengan tubuh gemetar. Baginda bertanya, manakah yang lebih dahulu telur atau ayam?.

Telur,” jawab peserta pertama.

“Apa alasannya?” tanya Baginda.

Bila ayam lebih dahulu, kata peserta pertama, itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur.

“Kalau begitu, siapa yang mengerami telur itu?,” sanggah Baginda.

Peserta pertama pucat pasi, wajahnya mendadak berubah putih seperti kertas. Ia tidak bisa menjawab. Tanpa ampun, ia dimasukkan ke dalam penjara.Kemudian peserta kedua maju dan berkata, “Paduka yang mulia, sebenarnya telur dan ayam tercipta dalam waktu yang bersamaan,” kata peserta kedua.”Bagaimana bisa bersamaan?,” tanya Baginda.

banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *