Ada Kadernya Tidak Setuju Usung Anies Di Pilpres, Nasdem Tegaskan: Silakan Saja Keluar

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id – NasDem telah bersikap tegas kepada para kadernya usai mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Bahkan, NasDem sudah memberi ultimatum tegas kepada kadernya yang tak setuju dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

NasDem mempersilahkan kadernya yang tak setuju dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang untuk keluar.

Seperti diketahui, politikus senior NasDem Zulfan Lindan mempersilahkan kadernya keluar dari partainya jika tak menyetujui atas dideklarasinya Anies Baswedan sebagai capres 2024.

“Yang tidak setuju dengan Anies silakan saja keluar, tapi yang dukung Anies juga banyak,” kata Zulfan dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022).

Zulfan mengatakan sebelum deklarasi Anies ada dua kader NasDem yang mundur lalu bergabung ke Perindo.

“Soal NasDem keluar masuk itu biasa lah. Kita lihat dua bulan sebelum kita deklarasikan Anies juga ada dua wali kota yang mundur, masuk ke Perindo misalnya,” ujarnya.

Terkait Andreas Acui Simanjaya dari Kalimantan Barat dan Niluh Djelantik yang baru saja mundur, Zulfan menganggapnya biasa saja.

“Yang keluar sekarang ada dua, dari bali kemudian Kalimantan. Itu buat kita biasa saja, tidak ada riuh di dalam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zulfan menuturkan saat ini pihaknya fokus untuk memenangkan Gubernur DKI Jakarta itu pada pilpres 2024.

“NasDem sudah mengumumkan Anies sebagai capres ya harus kerja konsisten untuk bagaimana menjelaskan kepada masyarakat dan kita harus menang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh resmi mendeklarasikan Anies sebagai capres partainya.

Paloh mengatakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu merupakan terbaik dari yang terbaik.

“Inilah mengapa akhirnya NasDem memilih sosok Anies Baswedan. Kami mempunyai keyakinan-keyakinan, pikiran-pikiran dalam perspektif baik secara makro maupun mikro, sejalan dengan apa yg kami yakini,” kata Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Paloh meyakini Indonesia menjadi negara yang bermartabat jika Anies terpilih menjadi Presiden RI.

“Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan bangsa ke depan, insya Allah jika saudara Anies Rasyid Baswedan terpilih jadi presiden nanti, pimpinlah bangsa ini jadi bangsa yang lebih bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter daripada bangsa ini sejatinya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diusung Partai NasDem sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Pendeklarasian Anies Baswedan sebagai Capres 2024 itu dilakukan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Surya Paloh meyakini Anies Baswedan merupakan pilihan yang terbaik.

“Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan, Insya Allah jika saudara Anies Rasyid Baswedan terpilih jadi Presiden nanti, pimpinlah bangsa ini jadi bangsa yang lebih bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter daripada bangsa ini sejatinya,” ujar Surya Paloh, Senin (3/10/2022).

Sebagai informasi, Anies Baswedan bakal purna tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Lantas, bagaimana respons Anies Baswedan setelah diusung NasDem jadi Capres?

Siap Lanjutkan Pembangunan

Anies Baswedan sudah mempersiapkan apa yang hendak ia capai jika terpilih menjadi presiden.

Hal ini berkaitan dengan pembangunan Indonesia ke depan.

“Pembangunan Indonesia berjalan amat panjang dan berkesinambungan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya.”

“Itu nature procces pembangunan oleh bangsa Indonesia,” ungkapnya di NasDem Tower, Senin.

“Kita lihat ini sebagai continuity and change.”

“Itu yang dipesan Ketum, bicara ke depan dan Insya Allah itu yang akan dipegang,” terang dia.

Belum Pastikan Jadi Kader NasDem

Dikutip dari Kompas.com, Anies Baswedan hingga saat ini belum memastikan apakah dirinya akan menjadi anggota Partai NasDem atau tidak.

Anies pun mengakui jika Surya Paloh juga tak melarang dirinya menjadi anggota Partai NasDem.

“Semua yang disampaikan Pak Surya Paloh, (Surya Paloh) tidak memberikan kewajiban dan tidak memberikan larangan,” ungkapnya, Senin.

Masih Fokus untuk DKI Jakarta

Anies Baswedan mengaku masih fokus menyelesaikan tanggung jawabnya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Nah kami saat ini masih fokus untuk Jakarta (sebagai Gubernur DKI), masih.”

“Karena tugas di Jakarta belum selesai,” ujarnya, Senin, dilansir Kompas.com.

Anies menegaskan, pembahasan soal Pilpres 2024 baru akan dibahas setelah dirinya purna tugas.

“Semua baru dipikirkan, dibahas, sesudah 16 Oktober (2022),” imbuh dia.

Siap Bangun Kolaborasi dengan NasDem

Dilansir dari laman Tribunnews.com, Anies Baswedan berujar akan melaksanakan tugasnya sebagaimana yang diamanahkan NasDem.

“Sesudah itu, kita langsung bersiap membangun kolaborasi yang solid, bersiap untuk melaksanakan apa yang diamanahkan oleh Partai NasDem sebagai bagian dari tanggung jawab kita untuk negeri ini,” katanya, Senin.

Anies berharap, nantinya perjalanan panjang menuju Pilpres 2024 dapat terlewati bersama NasDem.

Sebelumnya, Surya Paloh mengatakan, akan membebaskan Anies Baswedan untuk menentukan sendiri siapa calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampinginya pada Pilpres 2024.

“Soal Cawapres, kalau NasDem, kita kasih otoritas kepada Bapak Anies,” tegas Surya Paloh, Senin.

Surya juga mengungkapkan, pembangunan bangsa Indonesia tidak hanya dilakukan melalui aspek fisik semata, melainkan pembangunan karakter.

“Itu diperlukan dan akan kita perlukan yang tidak kalah lagi diperlukan adalah nation and character building membangun karakter bangsa,” tambah dia.

 

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *