Hikmah Malam: Memboikot Suami Atau Istri

banner 800x800 banner 678x960

Hidup berumah tangga itu pasti ada saja riak dan gelombangnya, tidak selalu tenang dan damai selamanya. Ada saja sedikit pertengkaran dan percekcokan. Perang mulut, bahkan adu sikut.

Dan kalau terjadi hal demikian, isteri kadang memboikot suaminya atau sebaliknya. Berhari-hari tidak diajak bicara, menjauh kalau didekati, membuang muka kalau ditatap, menghindar kalau berpapasan jalan, menghadapkan punggung kalau dipembaringan dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Kalau urusannya perkara syar’i, maka ini boleh dilakukan. Tetapi kalau hanya urusan dunia, maka tidak boleh.

Syekh Bin Baaz rahimahullah ditanya :

إذا غضبت الزوجة من زوجها لسبب دنيوي، وقاطعته في الحديث والمجالسة لفترة معينة تمتد لأيام، ما حكم ذلك؟ وهل من كلمة عن حقوق الزوج على زوجته؟

Apabila isteri marah kepada suaminya karena disebabkan urusan dunia, kemudian dia memboikotnya di dalam berbicara dan majlis (pertemuan) untuk jangka waktu tertentu, beberapa hari yang cukup lama, apa hukum yang demikian itu ? Dan adakah perkataan tentang hak-hak suami atas isterinya ?

Beliau menjawab :

الواجب على الزوجة السمع والطاعة لزوجها في المعروف، ولا يجوز لها هجره إلا لموجب شرعي، وعليه هو أيضا معاشرتها بالمعروف، وعدم هجرها إلا لأمر شرعي؛

Yang wajib atas isteri, mendengar dan mentaati suaminya kepada perkara yang makruf dan tidak boleh baginya memboikot (membombe) kecuali karena alasan syar’i. Dan atas suami, dia juga harus mempergauli isterinya dengan makruf ( baik) dan tidak boleh memboikotnya kecuali karena perkara syar’i.

لقول الله عزوجل: ” وعاشروهن بالمعروف ” وقوله سبحانه: ” ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف وللرجال عليهن درجة” الآية. ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((استوصوا بالنساء خيرا)). والله ولي التوفيق.

Berdasarkan firman Allah ‘Azza wa Jalla : ” Dan pergaulilah mereka dengan baik” (An Nisa 19). Dan firman Allah Subhanahu : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya..” (al Baqarah 228). Dan sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam : Berwasiatlah kalian yang baik untuk para wanita.( Riwayat Tirmidzi. Hadits Hasan). Sumber

Kesimpulannya tidak halal seorang suami memboikot isterinya bukan dalam masalah yang syari, tetapi hanya masalah dunia saja. Apalagi kalau isteri yang memboikot suaminya. Berdasarkan dalil umum larangan memboikot sesama kaum muslimin lebih dari tiga hari.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا, وَيُعْرِضُ هَذَا, وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seseorang berpaling dan lainnya juga berpaling. Yang paling baik di antara keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.” (Muttafaqun ‘alaih).

AFM

Copas dari berbagai sumber


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *