Tafsir Al-Quran Surat Ad-Dukhan Ayat 43-59: Sifat-Sifat Neraka dan Surga

Tafsir Al-Quran Surat Ad-Dukhan Ayat 43-59
Tafsir Al-Quran Surat Ad-Dukhan Ayat 43-59
banner 800x800 banner 678x960

Ta’lim Bakda Subuh

Oleh: Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, Anggota Dewan Penasihat Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Disarikan oleh Prof. Dr. Bustanul Arifin

Hajinews.id – Alhamdulillahi rabbil a’lamin. Kita dapat meneruskan kajian kita, Tafsir Al-Quran pada Ahad pagi ini, tanggal 6 Rabiul Awwal 1444 H bertepatan dengan tanggal 2 Oktober 2022, untuk mendalami ayat-ayat Allah. Insya Allah kita akan mulai membahas Surat Ad-Dukhan ayat 43-59. Kita mulai dengan membaca Ummul Kitab Surat Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan Surat Ad-Dukhan ayat 43-59, yang artinya, “Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas. “Peganglah dia kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka, kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas.” “Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia.” Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadapan, demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah. Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram, mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab neraka, itu merupakan karunia dari Tuhanmu. Demikian itulah kemenangan yang agung. Sungguh, Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran. Maka tunggulah; sungguh, mereka itu (juga sedang) menunggu”.

Ayat-ayat terakhir dalam Surat Ad-Dukhan ini menjelaskan ancaman neraka bagi orang-orang jahat, penuh kedzaliman kepada Allah SWT dan kepada sesamanya. Pada ayat-ayat ini juga janji yang menggembirakan yang diberikan kepada orang-orang takwa. Keduanya cukup seimbang dijelaskan, untuk memberikan pilihan kepada kita, mau mengambil jalan yang mana. Orang sombong dan takabur tidak memenuhi seruan Allah dan kewajibannya, diancam dengan neraka jahim. Demikian pula, orang-orang takwa dijanjikan surga atau tempat kembali yang indah. Berkali-kali telah disamapikan bahwa orang yang dikatakan beriman itu tidak hanya keyakinan di dalam hati, tapi dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan. Apa yang terhujam kuat di dalam qalbi, dibuktikan dengan amal-perbuatan.

Betapa dahsyat siksa api neraka itu, dijelaskan dalam 8 ayat. Makanannya Zaqqum yang sangat mendidih, ditelan oleh perut, langsung terbakar, tapi orang jahat itu tidak mati. Allah memerintahkan kepada malaikat, untuk menyeret orang itu ke neraka, sebagai balasan atas kesombongan di dunia. Sambil merasakan “Rasakan itu. Sesunggugnya kamu merasa gagah selama di dunia. Abu Jahal mempermainkan agama, mempermainkan ayat-ayat Allah. Orang yang merasa mulia, merasa hebat, tidak perlu bertaubat kepada Allah. Kejahatan Abu Jahal mirip dengan Firaun. Nama sebenarnya Abul Hakam, orang cerdas dan ahli hukum, sebenarnya. Dia tidak percaya akan kehidupan setelah kematian. Tapi, berhubung begitu besar kesombongannya, hingga dia dijuluki Abu Jahal. Walaupun cerdas atau pintar, dia tidak pernah melakukan kebaikan atau beribadah kepada Allah, sehingga dia dijuluki Abu Jahal orang bodoh atau bapaknya kebodohan. Abu Jahal akhirnya terbunuh pada waktu Perang Badar. Sebenarnya istilah zaman jahiliyah sebelum datangnya islam itu maksudnya, bukan zaman kebodohan seperti pemahaman kita sekarang, tapi zaman orang-orang tidak beriman, tidak percaya atas perintah Allah.

Setelah itu, janji-janji Allah tentang surga, bagi orang-orang yang bertakwa, adalah tempat yang indah untuk kembali. Terdapat 7 ayat tentang surga. Di dalamnya ada taman dan kebun yang indah, ada air yang mengalir, orang-orang memakan pakaian sutra yang tipis, saling berhadapan satu dengan lain, ditemani para bidadari, termasuk isterinya yang bertakwa ketika di dunia. Isterinya akan menjadi komandan para bidadari di surga. Mereka mencari dan memakan buah-buahan, yang menyehatkan. Oleh karena itu seorang isteri shalihah ketika di dunia tidak perlu khawatir, insya Allah akan berjumpa kembali dengan suaminya, yang akan terus tampak muda. Di dalam surga, mereka tidak akan menua, tidak merasakan kematian, kecuali yang pertama di dunia. Allah menjaga mereka dari adzab atau siksa neraka jahannam. Itulah kemenangan yang agung.

Kita dianjurkan untuk berusaha keras dan berdoa, dengan membaca dan memperdalam Al-Quran, yang diturunkan dengan bahasa yang sangat jelas, agar kita mendapat manfaat. Kita semua menunggu untuk memperoleh tempat kembali yang sangat indah. Refleksi para penghuni surga dan neraka itu sebenarnya telah mulai tercermin ketika masih hidup di dunia. Para penghuni surga itu akan kembali kepada Allah dengan hati yang tenang, penuh kedamaian. Bukan orang yang banyak berdosa, yang hatinya panas, selalu gelisah, tertutup pikirannya oleh hal-hal yang buruk. Sekali lagi, calon ahli surga itu hatinya tenang, sangat damai, bahkan telah tergambarkan sejak di dunia. Hal ini tentu sangat berbeda dengan calon ahli neraka yang hatinya panas sejak di dunia, penuh gelisah, tidak pernah tenang, tidak bersahabat dengan orang lain, penuh kedengkian. Tingkah lakunya senantiasa menyakiti orang lain, tidak menciptakan kedamaian, bahkan dia tidak menyadari bahwa dia sedang berbuat dzalim atau jahat kepada orang lain.

Menjawab pertanyaan tentang orang tua yang hidup di kampung yang telah sangat tua, sehingga kembali seperti bayi, sehingga harus menggantungka kepada perawat, karena anak-anaknya tinggal jaah di Jakarta dan kota-kota lain. Intinya, seorang anak tidak boleh berkata kasar terhadap orang tua, bahkan berkata “Ah” saja, kita dilarang. Apalagi, orang tua yang sangat tua, yang kembali menjadi seperti anak kecil lagi. Menggunakan jasa perawat tentu boleh saja, walau sentuhan-sentuhan kasih sayang dari anak-anaknya menjadi sangat dibutuhkan oleh orang tua yang sudah tua tersebut. Hal itu sebenarnya merupakan ladang pahala amal bagi kita untuk berbakti kepada orang tua, insya Allah menjadi jalan atau peluang menuju surga. Justeru doa-doa kita setelah shalat yang kita panjatkan, senantiasa memohon kepada Allah untuk menyayangi atau merahmati Allah, sebagaimana orang tua lakukan ketika kita masih kecil.

Menjawab pertanyaan tentang dosa korupsi, setelah bertaubat kepada Allah, apakah akan diampuni dosa-dosanya, sehingga kelak akan masuk surga. Hak pengampunan dosa tentu sepenuhnya tergantung pada Allah SWT. Taubat nasuha adalah taubat dari perbuatan dosa, yang berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Bukan, sekadar taubat yang akan kembali lagi berbuat dosa (Bahasa Sunda: Tatobatan). Upayakan bahwa si koruptor harus mengembalikan uang hasil korupsinya kepada negara atau kepada orang-orang yang telah dikhiayanatinya. Dia jangan justeru menikmati dari harta-harta hasil korupsi tersebut. Ingat, korupsi itu adalah tindakan mengambil hak atau harta orang lain, uang negara, uang rakyat dan sebagainya. Dia perlu menyelesaikan urasan hak orang lain tersebut sampai selesai tuntas, sehingga proses taubat atau pengampunan kepada Allah SWT lebih mudah.

Menjawab pertanyaan tentang kemungkinan ada orang muslim yang menjadi penghuni neraka selama-lamanya. Selama masih ada akidah atau keimanan kepada Allah di dalam hatinya, para ahli tafsir sepakat bahwa mereka akan diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Hal itu semata-mata karena orang-orang muslim tersebut diberi Rahmat oleh Allah SWT. Kita pernah membahas hal ini pada pekan lalu, seperti tercantum dalam Surat Ad-Dukhan ayat 40-43, “Sungguh, pada hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, (yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan, Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang”. Di dalam rumah tangga, kita perlu menjadikan visi “masuk surga bersama-sama”, insya Allah kita akan menjadi saling respect, saling menghormati dan saling mengingatkan jika satu orang berbuat salah. Jika suami terbangun duluan di malam hari, bolehlah mengajak isteri untuk bangun shalat malam atau tahajjud. Demikian pula sebaliknya, jika isteri terbangun duluan di malam hari. Salah tahajjud boleh dikerjakan sendiri-sendiri, dan boleh juga dikerjakan secara berjamaah. Jadi, substansi keluarga yang sakinah, mawadadah wa rahmah (seperti tertulis pada Surat Ar-Rum 21 itu), perlu diupayakan bersama-sama, bukan dibiarkan begitu saja.

Mari kita berdoa untuk jamaah yang sakit dan dalam proses penyembuhan, agar segera diangkat penyakitnya dan disembuhkan oleh Allah SWT. Kita juga perlu mendoakan jamaah yang telah anak atau cucu yang baru dilahirkan, semoga mereka menjadi anak-anak shalih dan shalihah. Mari kita bacakan Surat Al-Fatihah bersama untuk beliau-beliau itu. Terkahir, mari kita tutup pengajian kita dengan doa kiffarat majelis. “Subhaanaka allahumma wa bihamdika. Asy-hadu an(l) laa ilaaha illaa anta. Astaghfiruka wa atuubu ilaika”. Demikian catatan ringkas ini. Silakan ditambahi dan disempurnakan oleh hadirin yang sempat mengikuti Ta’lim Bakda Subuh Professor Didin Hafidhuddin tersebut. Terima kasih, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika mengganggu. Salam. Bustanul Arifin


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *