10 Media Asing Soroti Tragedi Arema Vs Persebaya, Beberkan soal Anak-anak dan Polisi yang Tewas

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id — Tragedi kerusuhan dalam pertandingan Arema vs Persebaya, menyita perhatian banyak pihak.

Tragedi kerusuhan saat pertandingan Arema Vs Persebaya tersebut terjadi, Sabtu (1/10/2022).

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Kerusuhan maut terjadi pasca-laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, dalam lanjutan Liga 1.

Terakhir korban yang tewas sebanyak 129 orang, termasuk dua anggota Polri.

Banyak pihak menyoroti kerusuhan Arema Vs Persebaya, kejadian menjadi viral di sosial, dan diberitakan di seluruh media nasional.

Bahkan tidak hanya media nasional, media asing pun ikut serta mengunggah berita soal tragedi tersebut.

Tampak media The New York Times, memberitakannya dengan menuliskan judul ‘More Than 100 Dead in Unrest After Indonesian Soccer Match’.

Kemudian media asing The Guardian, menuliskan judul ‘More than 120 people reportedly killed in riot at Indonesian football match.’

Fox Sport, menuliskan judul ‘More than 100 people dead, league suspended as football riot ends in disaster.’

Media yang berbasis di Inggris lainnya, Mirror, menuliskan judul ‘127 football fans killed in mass riot involving tear gas as league suspended.’

Kemudian media asing, Daily Star yang menyoroti soal anak-anak hingga polisi yang ikut menjadi korban tewas, media tersebut menuliskan judul ‘’Football fan riots leave 127 dead with children and police officers among those killed.

Kemudian media, Daily Mail, yang menuliskan judul ‘Up to 127 Indonesian football fans feared dead after riot broke out and police deployed tear gas’.

Media asing Sky News, menuliskan judul ‘At least 129 killed after riot breaks out at football match | World News’.

Kemudian media asing yang berbasis di Singapura, The Strait Times, menuliskan judul ‘More than 129 people killed after stampede at Indonesia football match – The Straits Times’

South China Morning Post, juga ikut serta menampilkan berita tersebut, dan menuliskan judul ‘At least 129 dead and almost 200 injured after riot at Indonesia football match’.

Dan juga CNN, yang menuliskan judul, ‘Indonesia stadium riot: At least 127 people reported dead following soccer match, police say’

Rupanya masih banyak lagi media asing yang turut serta menyoroti tragedi maut di pertadingan Arema Vs Persebaya tersebut.

Kerusuhan Maut Arema FC Vs Persebaya

Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas. (Surya Malang/Purwanto)

Tragedi kerusuhan kembali terjadi di dunia sepak bola tanah air, di mana saat pertandingan Arema FC Vs Persebaya semalam, Sabtu (1/10/2022).

Kerusuhan maut terjadi pasca-laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, dalam lanjutan Liga 1.

Diketahui update terakhir 129 suporter sepak bola tewas dalam tragedi tersebut, termasuk dua anggota Polri.

Dilaporkan pemicu kerusuhan berawal dari ketidakterimaan suporter menerima Arema FC yang kalah dari Persebaya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, buka suara akan tragedi kerusuhan Arema FC Vs Persebaya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada sebagian suporter atau pendukung klub tidak bisa terima kekalahan itu.

Kemudian mereka melampiaskan kekesalan dan kemarahan, dan akhirnya terjadilah tragedi yang menewaskan 129 orang ini.

“Tentu ini harus diinvestigasi, tidak boleh dibiarkan, ini harus kita investigasi, dan harus ini menjadi yang terakhir, karena ini korbannya besar,” lanjut Zainuddin, dikutip dari Kompas TV.

Momen Mencekam

Momen mencekam banyak terjadi saat kerusuhan maut tersebut, termasuk ketika pemain persebaya akan meninggalkan stadion.

Hal tersebut diunggah di cuitan twitter resmi Persebaya, @persebayaupdate.

Dalam cuitan tersebut sempat terjadi momen tim sepak bola Persebaya yang terjebak di kendaraan taktis (rantis).

“Mohon doanya untuk tim yang masih berada di dalam rantis dan terjebak di kepungan massa,” tulis cuitan tersebut.

Cuitan twitter Persebaya yang mengungkap momen saat tim persebaya terjebak di mobil rantis, saat kepungan massa kerusuhan di pertandingan Arema FC Vs Persebaya. (Tangkap layar twitter @persebayaupdate)

Di cuitan berikutnya disebutkan akhirnya tim Persebaya dapat dievakuasi.

“Tim telah keluar dari area stadion dan langsung menuju titik evakuasi agar bisa segera kembali ke Surabaya dan beristirahat.”

Persebaya juga turut berduka atas peristiwa naas hingga memakan korban jiwa tersebut.

“Keluarga besar Persebaya turut berdukacita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa setelah laga Arema FC vs Persebaya Tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sepak bola.”

Alfatihah untuk para korban Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”

Kronologi

Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas. (Surya Malang/Purwanto)

Pemicu kerusuhan tersebut diduga karena ribuan orang dari tribun penonton masuk ke lapangan usai Arema FC dikalahkan Persebaya dikalahkan dengan skor 2-3.

Para pemain Arema dan Persebaya tak sempat berbagi salam untuk penghormatan setelah pertandingan.

Sebab, suporter beranjak ke lapangan secara sporadis. Pihak keamanan langsung mengamankan pemai, dikutip dari Kompas.com.

Suporter yang turun ke lapangan berlari menuju ruang ganti untuk mengejar pemain.

Beberapa dari mereka juga melempari dengan benda-benda tumpul. Perlengkapan pertandingan dan fasilitas di dalam lapangan meliputi bangku pemain, papan iklan, jaring gawang ikut menjadi pelampiasan kekecewaan.

Mobil polisi turut menjadi sasaran amukan massa.

Hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata.

Gas air mata tersebut menyelimuti tribun penonton.

Dikutip dari TribunJatim.com, akibat lontaran gas air mata tersebut suporter mengalami sesak napas dan tak sedikit dari mereka jatuh pingsan saat berebut keluar area stadion.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah mengatakan dalam gas air mata terkandung 3 kumpulan bahan kimia salah satunya yang sering digunakan adalah chloroacetophenone yang disingkat dengan CN dan chlorobenzylidenemalononitrile atau yang disingkat CS.

Sehingga berbahaya apabila terpapar langsung terlebih di waktu yang lama.

Terkait penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepak bola, Dede menilai pengamanan dengan menggunakan gas air mata tersebut merupakan pelanggaran kode etik keamanan FIFA.

Apalagi dampak dari akibat gas air mata tersebut dengan kondisi stadion yang sangat penuh sesak dan tidak kondusif seharusnya pihak berwajib dapat melakukan tindakan pengamanan yang lainnya.

“Semoga dengan kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semuanya sehingga sepakbola di Indonesia menjadi lebih baik lagi dan tidak ada kejadian kejadian yang serupa karena pada hakikatnya nyawa harus lebih dipentingkan dari segala-galanya,” tegasnya

Kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas. (Surya Malang/Purwanto)

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta membuka suara soal penembakan gas air mata terhadap suporter Arema FC di tribune yang memicu tragedi Kanjuruhan Arema FC di Malang.

Nico menyatakan bahwa penembakan gas air mata itu sudah sesuai prosedur untuk menghalau upaya oknum suporter merangsek turun ke lapangan dan berbuat anarkistis, melansir Kompas.com.

“Para supoter berlarian ke salah satu titik di Pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah, banyak yang mengalami sesak napas,” kata Nico dalam konferensi pers di Mapolres Malang sebagaimana dilansir Tribun Jatim dari Kompas.com Regional, Ahad (2/10/2022) pagi.

Nico menyebutkan, dari sekitar 42.288 supoter tidak semuanya turun ke lapangan.

Hanya sekitar 3.000 orang yang merangsek ke dalam lapangan.

“Hanya sebagian yang turun ke lapangan, sekitar 3.000 suporter,” tandas Nico.

Sumber: Tribun


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *