Gus Baha: Satu Kebaikan Sederhana Nilainya Seperti Kita Salat 24 Jam

Satu Kebaikan Sederhana
Gus Baha
banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id Penceramah kondang KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha mengungkapkan kajian Islam terkait satu kebaikan sederhana tapi dianggap Allah seperti salat 24 jam.

Hal tersebut diungkapkan Gus Baha dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Berkah Nyantri pada Kamis (28/9/2022).

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Menurut Gus Baha, bahwa satu kebaikan ini sangat mudah, tapi keutamaannya sama seperti salat 24 jam.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Baha mengungkapkan, jika terpaksa salat sunah, lakukan salat fardu secara spesial.

“Saya mohon dengan sangat, misal ditakdirkan tidak salat sunah, maka salat fardulah secara spesial,” kata Gus Baha.

Gus Baha membeberkan, spesial itu tidak harus misalnya salat khusyuk.

“Syukur-syukur bisa khusyuk, begini saya contohkan, awas jangan keliru. Misalnya saya ini jarang salat sunah, jujur saja memang jarang salat sunah,” ungkap Gus Baha.

Menurut Gus Baha, hal itu dikarenakan masghul, sehingga tidak boleh ditiru, masghul dalam arti sibuk secara hati.

“Salat itu dipikir, dan ini yang menjadikan seseorang ahli Surga, misalnya begini, saya setelah salat Subuh, di hati saya ya saya menunggu waktunya salat Zuhur, setelah salat Zuhur, di hati saya, ya saya menunggu salat Ashar,” jelas Gus Baha.

Gus Baha mengatakan, jangan sampai hanya menunggu kaya atau mapan, ingin dihormati orang, tidak seperti itu.

“Dan kamu kalau bisa begitu, itu berarti 24 jam dianggap salat oleh Allah SWT,” beber Gus Baha.

Menurut Gus Baha, hal ini dikatakan Ka’ab Al-Akhbar, yaitu di antara ciri umat Nabi Muhammad SAW, adalah mereka setiap melakukan satu kebaikan menunggu kebaikan yang lain.

“Makanya ketika Ka’ab Al-Akhbar ditanya sahabat Umar, apa sifat umat Nabi Muhammad yang ada di kitab Taurat. Masyhur itu di hadis-hadis, mereka adalah umat yang setelah melakukan satu kebaikan menunggu kebaikan yang lain,” ungkap Gus Baha.

Gus Baha pun menjelaskan, saat ibadah salat misalnya Subuh, maka pikiran akan menunggu salat Zuhur.

“Zuhur selesai, menunggu salat Ashar. Sehingga kita pas mati di antara itu, maka status kita adalah pelaku salat Zuhur yang sedang menunggu salat Ashar,” ujar Gus Baha.

Menurut Gus Baha, sebagai umat dalam melakukan kebaikan harus menunggu kebaikan lain.

“Kamu kan tidak, hidup tidak berani mati, belum kaya kok mati. Berarti statusmu adalah penunggu kaya,” kata Gus Baha. (*)


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *