Dosen FDK UIN Walisongo Latih Warga Gunungpati Batik Tulis

UIN Walisongo Latih Warga Gunungpati Batik Tulis
UIN Walisongo Latih Warga Gunungpati Batik Tulis
banner 800x800 banner 678x960

SEMARANG, Hajinews.id – Dosen Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan batik tulis.

Ketua Tim Karya Pengabdian Dosen, Ariana Suryorinni SE MMSI menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemberdayaan perempuan di UMKM Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Menurut Ariana penting bagi perempuan untuk memiliki kemampuan dan keterampilan tambahan selain mengurus kegiatan domestik di rumah. ”Peran perempuan tidaklah semata-mata hanya urusan dapur, kasur, dan sumur, melainkan juga bisa meningkatkan aktualisasi diri melalui kegiatan pelatihan batik tulis. Selain itu, melalui pelatihan batik tulis ini kita juga turut serta dalam nguri-nguri budaya Indonesia, khususnya dalam hal membatik,” kata Ariana.

TUNJUKKAN BATIK: Peserta Pelatihan Batik Tulis di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang menunjukkan hasil karya batik tulis masing-masing setelah proses pewarnaan.

Monika Suprihatin, narasumber sekaligus pelatih dalam kegiatan tersebut mengatakan, batik menjadi kekayaan sekaligus ciri khas Indonesia. ”Kita sebagai perempuan juga perlu turut serta dalam menjaga budaya Indonesia, syukur-syukur bisa menularkan kegiatan ini ke anak maupun sanak saudara,” katanya.

Batik tulis dipilih karena tidak hanya memiliki nilai jual yang tinggi, juga karena proses membuat batik tulis merupakan keterampilan dengan nilai seni yang tinggi. Batik tulis memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika dibandingkan batik cap atau batik-batik produksi pabrik. Hal ini dikarenakan proses pembuatan batik tulis yang lebih rumit dan membutuhkan ketelitian.

Proses pembuatan batik tulis dimulai dengan pemotongan bahan baku (mori) sesuai dengan kebutuhan. Berikutnya membuat pola di atas kain dengan menggunakan pensil. Pembuatan pola dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan, misalnya ingin membuat pola ikon-ikon khas daerah. Seperti ikon tugu muda, pohon asem, atau wark ngendhog yang merupakan ikon khas Kota Semarang. Setelah pola tercetak, selanjutnya mulai menggambar langsung pada kain menggunakan lilin (malam) dan canting.

Proses berikutnya adalah isen-isen yaitu memberi variasi pada motif yang telah digambar pada kain. Proses ini juga berarti ‘mengisi’ bagian-bagian yang kosong dari pola. Ada berbagai jenis isen-isen yang biasanya digunakan dalam proses ini, salah satunya adalah dengan memberikan tanda titik-titik di dalam pola. Setelah semua pola tertutupi dengan malam, proses yang dilakukan selanjutnya adalah pewarnaan. Pewarnaan dilakukan dengan cara dicelupkan pada larutan zat warna dan dibilas. Pewarnaan ini bisa dilakukan beberapa kali sampai dirasa menemukan warna yang paling pas dengan keinginan.

Selanjutnya, kain batik yang telah diwarnai tersebut akan diproses utuk menghilangkan lilin (malam) dari proses mencanting. Proses ini dinamakan nglorod dengan cara merebus kain dalam air mendidih sampai semua lilin (malam) yang ada luruh dan hilang. Proses terakhir adalah pencucian. Setelah lilin lepas dari kain, lalu dicuci hingga bersih dan dijemur. Penjemuran dilakukan di tempat yang tidak mendapatkan sinar matahari langsung, cukup diangin-anginkan saja.

Kegiatan itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunugpati. Selain bisa menyalurkan tenaga untuk kegiatan-kegiatan positif, harapannya dengan meningkatnya sumber daya manusia yang sudah terampil dalam membuat batik tulis, bisa meningkatkan sumber tambahan penghasilan. Sehingga para perempuan yang menjadi sasaran pengabdian kepada masyarakat ini, semakin berdaya dan mampu mandiri secara finansial. Di samping itu, harapan jangka panjang adalah ingin mewujudkan kampung batik yang nantinya bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *