Blunder Prabowo Sebut Ilmu Jokowi di Atasnya, Begini Respon Netizen

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id — Ketum DPP Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, agaknya telah membuat pernyataan blunder yang membuat publik menjadi underestimate terhadap dirinya.

Pasalnya, saat menghadiri Muktamar XVI Persatuan Islam (Persis) di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/9/2022), Prabowo yang hadir untuk mewakili Jokowi dalam membuka muktamar tersebut, mengatakan bahwa ilmu yang dimiliki Jokowi di atasnya.

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Saatnya pilih pemimpin yang lebih dari kita, bukan di bawah kita,” kata pengamat politik Hendri Satrio seperti dikutip dari akun Twitter-nya, Senin (26/9/2022).

“Kalau lebih bodoh dari dia, terus apa yang bisa diharap?” tanya Muhammad Said Didu melalui @msaid_didu.

“Nah, karena udah ngaku ilmunya lebih rendah, buat apa nyapres. Yang ilmunya tinggi aja kondisi negara kek gini,” kata @mulyamri2.

 

“Dipimpin pa Jokowi aja kita sudah begini, akan bagaimana kalau dipimpin oleh yang kemampuannya di bawah Jokowi?” tanya @Quvvatt.

 

“Dipimpin pa Jokowi aja kita sudah begini, akan bagaimana kalau dipimpin oleh yang kemampuannya di bawah Jokowi?” tanya @Quvvatt.

Untuk diketahui saat menggantikan Jokowi membuka Muktamar XVI Persis, Prabowo mengatakan kalau dia merupakan mantan komandan Pasukan khusus.

“Kalian kenal saya semua? Saya juga mantan jenderal baret merah, apa coba kurangnya strategi segala macam. Tapi saya harus akui Pak Jokowi itu memang ilmunya di atas saya,” katanya.

Prabowo bahkan mengatakan kalau ada suatu mitos yang mengatakan bahwa kalau soal politik negara, yang unggul dari Solo dari Surakarta, sementara dirinya dari Banyumas.

“Jadi, ya, masih satu klik lah di bawah Solo,” sambungnya.

Tak hanya soal ilmu, Prabowo juga memuji prestasi Jokowi dalam memimpin pemerintahan.

”Kita sekarang juga harus jujur dan mengakui prestasinya Presiden Joko Widodo harus kita akui. Kalau kita rinci satu persatu, saya ini rivalnya Beliau. 10 tahun saya rivalnya, bener, tapi saya akhirnya masuk kabinet Beliau. Saya saksi melihat saya melihat komitmen beliau,” ucap Prabowo.

Ada dugaan kalau apa yang dikatakan Prabowo sebenarnya hanya untuk menjilat atau mencari muka, tetapi publik menilainya fatal, karena itu berarti Prabowo mendowngrade dirinya sendiri.

Sumber: id-times

 

 


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *