Terungkap Nasib Anies Bila Hanya Lawan Prabowo dan Ganjar Tak Maju di Pilpres 2024 Versi Survei SMRC

banner 800x800 banner 678x960

Hajinews.id — Terungkap nasib Anies Baswedan bila hanya lawan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo tidak maju di Pilpres 2024.

Anies Baswedan sendiri sudah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Presiden di Pemilihan Presiden 2024 (Pilpres 2024).

Bacaan Lainnya


banner 678x960

“Saya siap maju sebagai presiden seandainya ada partai politik mencalonkan,” demikian dikatakan Anies kepada Reuters dalam wawancara di Singapura, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (16/9/2022).

Anies mengatakan, tidak tergabungnya dia sebagai kader partai politik mana pun justru membuatnya leluasa berkomunikasi dengan seluruh faksi.

“Survei-survei independen ini dilakukan sebelum saya bahkan berkampanye. Menurut saya, mereka memberi saya kredibilitas lebih,” ujarnya, seperti dilansir dari Kompas.com.

Anies sadar bahwa banyak pihak yang pro dan kontra terhadap diri sekaligus pandangannya.

Namun, dia mengeklaim, selama hampir lima tahun memimpin Jakarta, kebijakan-kebijakannya berhasil mempersatukan rakyat ibu kota.

“Sebelumnya, orang-orang berasumsi tentang saya, tentang pandangan saya, dan atas apa yang akan saya lakukan ketika menjabat,” ujar Anies.

“Sekarang, saya telah mengabdi lima tahun, silakan menilai saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak,” tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai punya kans besar menang di Pilpres 2024 dengan asumsi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak ikut dalam kontestasi dan pemilu hanya diikuti olehnya serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Prediksi ini diungkapkan oleh para peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam hasil survei bertajuk”Kecenderungan Pilihan Presiden Kelompok Pemilih Kritis” yang mereka umumkan pada Senin (28/2/2022 lalu).

Dalam survei ini, SMRC mengadakan beberapa jenis pertanyaan kepada responden, mengenai siapa pilihan presiden jika pemilu diadakan saat ini.

Pertanyaan pertama bersifat terbuka. Pertanyaan kedua bersifat semi terbuka. Pertanyaan ketiga bersifat tertutup dengan 15 nama.

Dan pertanyaan terakhir, bersifat tertutup 3 nama antara Ganjar, Prabowo, dan Anies sebagai politikus dengan elektabilitas paling tinggi saat ini.

“Pada survei terakhir 8-10 Februari 2022, kita bertanya pilihan warga pemilih kritis, jika yang maju hanya Anies melawan Prabowo. Kalau 2 nama ini, artinya Ganjar tidak ikut bersaing, maka Anies Baswedan mendapat 37,5 persen dan Prabowo 31,8 persen. Selisihnya jadi signifikan,” ungkap peneliti Deni Irvani melalui kanal YouTube resmi SMRC, Senin.

Jika Ganjar masuk dalam kontestasi, elektabilitas Anies dan Prabowo masih cukup bersaing. Ganjar mendapatkan 34,7 persen, Anies 23,3 persen, Prabowo 21,9 persen dan tidak menjawab/tidak tahu 20,1 persen.

Sebelumnya, Survei SMRC pada Desember 2021 terhadap 3 nama, menempatkan Prabowo unggul sekitar 5 persen dari Anies meski masih di bawah Ganjar, tetapi 2 bulan berselang elektabilitas Anies telah mencapai 23,3 persen, sedangkan Prabowo 21,9 persen.

Melihat tren ini, Anies diprediksi akan semakin kuat elektabilitasnya di kalangan pemilih kritis.

“Kalau kita bandingkan kontestasi Prabowo dengan Anies, menunjukkan Anies unggul di pemilih kritis. Kita tahu sifat pemilih kritis yang lebih bisa memengaruhi pemilih lain, tidak mudah goyah,” ujar Deni seperti dilansir Kompas.com.

“Anies punya kekuatan untuk bisa mengungguli Prabowo ke depan dengan modal dan dukungan pemilih kritis. Tapi, untuk melawan Ganjar adalah soal lain karena kita lihat kecenderungan pemilih kritis pada Ganjar lebih kuat,” tambahnya.

Berdasarkan survei SMRC tadi, Ganjar jadi sosok paling kuat dalam hal elektabilitas jelang 2024 di kalangan pemilih kritis.

Namun, peluang Ganjar dicalonkan dalam Pilpres 2024 masih abu-abu, mengingat posisinya yang bukan termasuk elite di PDI-P.

Tanpa Ganjar, Prabowo menjadi politikus partai politik dengan elektabilitas paling tinggi sekitar 13 persen.

Politikus partai politik lain yang mendekati elektabilitas Prabowo adalah Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat, namun elektabilitasnya terpaut sangat jauh di bawah 5 persen.

Survei SMRC ini dilakukan melalui telepon dengan metode double sampling dan random digit dialing, di mana responden diwawancarai oleh pewawancara terlatih.

Dengan jumlah 1.268 responden, margin of error diperkirakan sekitar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Terjawab Parpol yang akan Usung Anies Baswedan Versi Pengama

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah memastikan akan maju dalam bursa Capres di Pilpres 2024.

Anies Baswedan pun menyadari dia bukan kader partai dan tak punya partai politik.

Oleh karena itu, ia menyebut siap nyapres jika ada parpol yang mengusungnya.

Lantas partai manakah yang akan mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan blak-blakan menyatakan siap maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Memang, nama Anies kerap disebut sebagai salah satu kandidat capres potensial.

Ini tak lepas dari elektabilitasnya yang hampir selalu berada di tiga besar survei, mengekor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kendati begitu, Anies sadar betul belum punya sekoci buat melenggang ke panggung pilpres lantaran bukan kader partai politik mana pun.

Oleh karenanya, harus ada parpol yang meminang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu buat dijagokan di gelanggang pencapresan.

Melihat situasi politik kini, partai mana yang berpeluang mengusung Anies?

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, besar peluang Anies berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2024.

Pasangan itu dimungkinkan didukung oleh tiga partai yang mengisyaratkan sinyal koalisi yakni Demokrat, Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Umam, gerbong koalisi Demokrat, Nasdem, dan PKS paling potensial mengusung Anies dibandingkan dengan kongsi-kongsi lain karena sejumlah alasan.

Misalnya, PDI-P kemungkinan bakal mengusung kadernya sendiri, entah Puan Maharani atau Ganjar Pranowo.

Lalu, Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hampir pasti menjagokan Prabowo Subianto.

Pada Rakernas Demokrat yang digelar belum lama ini, partai bintang mercy itu membeberkan kriteria capres-cawapres perubahan dan perbaikan, yang mana menurut Umam, itu kode buat pasangan Anies-AHY.

“Dari berbagai kemungkinan capres-cawapres yang ada, nama pasangan Anies-AHY menjadi yang paling representatif untuk narasi perubahan dan perbaikan ini,” kata Umam kepada Kompas.com, Sabtu (17/9/2022).

Dengan pernyataan kesiapan Anies maju sebagai capres 2024, Umam menyebut, orang nomor satu di DKI itu harus segera mengintensifkan komunikasi politiknya dengan partai-partai yang potensial mengusungnya.

Pertama, platform, narasi dan program kebijakan yang akan Anies tawarkan, yang membedakan dirinya dibanding capres potensial lain.

“Platform dan narasi itu harus selaras dan diterima oleh partai-partai pengusungnya,” ujar Umam.

Kedua, Anies harus segera menentukan calon wakil presiden yang akan mendampingi dia.

Keputusan soal cawapres, kata Umam, akan mengunci koalisi agar solid sejak awal dan tidak saling bermanuver selama proses politik ke depan.

Ketiga, Anies harus menentukan portofolio pemerintahan ke depan sebagai bagian dari negosiasi skema koalisi jika gerbong pengusungnya kelak memenangkan pertarungan.

“Portofolio ini harus jelas dari awal, agar tidak membuka peluang konflik dan fragmentasi di dalam tubuh koalisi ke depan,” ucap Umam.

Terakhir, Umam menyebut, Anies hendaknya segera menyusun strategi kampanye pemenangan dengan mengalkulasikan jaringan partai dan nonpartai.

Mekanisme fundrising atau penggalangan dana dari para donatur yang potensial untuk mengumpulkan bekal logistik menuju Pilpres 2024 juga patut segera dipikirkan.

“Jika empat faktor ini sudah clear, sebaiknya Anies segera mendeklarasikan diri bersama cawapres yang dipilihnya untuk segera mengonsolidasikan mesin politik dan mengamankan dirinya dari berbagai potensi gangguan ekternal yang hendak menggembosi rencana pencapresannya,” kata dosen Universitas Paramadina itu.

Sumber


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *