Ormas Persatuan Islam Hari Ini Melaksanakan Muktamar ke XVI, Mari Kita Simak Sejarah Ringkasnya


banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Hari ini pada tanggal 23 hingga 26 September 2022 bertempat di Convention Hall Hotel Sutan Raja Soreang Kab Bandung, Ormas Persatuan Islam atau disingkat Persis. Akan mengadakan agenda Muktamar ke XVI.

Menurut rencana Opening Ceremony Muktamar Persatuan Islam akan dihadiri banyak tokoh nasional hingga kepala negara.

Bacaan Lainnya

Untuk mengenal lebih dalam ormas Islam yang usianya hampir mencapai seabad ini, mari kita simak sejarah ringkas ormas Islam yang Pimpinan Pusatnya berada di Kota Kembang.

Berawal dari sekelompok saudagar di Bandung yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus. Beserta ulama besar A Hassan, Persatuan Islam berdiri pada tanggal 12 September 1923.

Persis didirikan dengan tujuan agar bisa memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka Kitab-kitab Hadits yang shahih.

Penamaan organisasi ini diilhami dari firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

wa’tashimuu bihablillaahi jamii’aw wa laa tafarroquu wazkuruu ni’matallohi ‘alaikum iz kuntum a’daaa`an fa allafa baina quluubikum fa ashbahtum bini’matihiii ikhwaanaa, wa kuntum ‘alaa syafaa hufrotim minan-naari fa angqozakum min-haa, kazaalika yubayyinullohu lakum aayaatihii la’allakum tahtaduun

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Dalam jalan dakwahnya organisasi Persis menitik-beratkan pada pendidikan Tafaqquh Fiddin, sehingga Persis menjauhi politik praktis. Hal utama yang menjadi dasar dakwahnya mengingat kultur budaya di Indonesia yang tidak bisa lepas dari tigal hal dasar yaitu; khurafat, takhayul dan bid’ah.

Besar kepada lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan jamiyyah PERSIS, baik itu pesantrennya maupun perguruan tingginya, untuk kembali membidani lahirnya kader-kader ulama yang berilmu tinggi dalam bidang agama (tafaqquh fiddin) ataupun mengadakan program khusus (takhasus) yang orientasinya menghasilkan kader-kader ulama. Ini sejalan dengan spirit awal pendirian pesantren di PERSIS, sebagaimana yang ditegaskan dalam Al-Qur’an,

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS At-Taubah [9]:122)

Kepeloporan PERSIS akan hadirnya kembali mujaddid pada masa kini bukan hanya sekedar angan-angan dan romantisme sejarah masa silam. Sejatinya ini bisa diwujudkan manakala sejak hari ini serius memikirkan generasi penerus yang mampu melanjutkan cita-cita luhur founding father yang tertuang dalam tujuan pendirian Jamiyah PERSIS, yaitu terlaksananya syariat Islam berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah secara kaffah dalam segala aspek kehidupan (QA PERSIS Pasal 3). (dbs).

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.