Kisah Abu Nawas: Diminta Raja Pergi ke Istana, Abu Nawas Mengaku Sedang Hamil, Seluruh Negeri Dibuat Heboh, Apa yang Terjadi?

Abu Nawas Mengaku Sedang Hamil
Abu Nawas Mengaku Sedang Hamil

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Suatu ketika, Abu Nawas tanpa sengaja membuat kesalahan yang menyebabkan baginda raja marah.

Maka saat itu juga Abu Nawas diusir dari istana, dan melarang orang cerdik tersebut menginjakkan kakinya lagi di istana.

Bacaan Lainnya

Namun, setelah berjalannya waktu, baginda raja merasa rindu dengan si cerdik Abu Nawas.

Sebab, sudah 7 bulan berlalu baginda raja tidak bertemu dengan Abu Nawas semenjak dilarang lagi pergi ke istana.

Sepertinya, Abu Nawas memang marah padaku pikir baginda raja.

Maka, suatu hari baginda raja mengutus seorang ajudan pergi ke rumah Abu Nawas untuk menyuruhnya datang ke istana.

Namun, setelah sang ajudan sampai di rumah Abu Nawas, orang cerdik tersebut menolak menemui baginda raja dengan alasan yang tidak masuk akal.

Dikutip dari kanal YouTube HUMOR SUFI OFFICIAL, ketika didatangi ajudan sang raja Abu Nawas menolak pergi ke istana dengan alasan sedang hamil.

“Mohon maaf, tolong sampaikan kepada baginda aku sedang hamil dan akan segera melahirkan,” jawab Abu Nawas kepada utusan baginda.

Selain itu, abu nawas juga mengatakan kepada utusan sang raja, bahwa dirinya sedang menunggu dukun beranak untuk mengeluarkan bayinya.

“Dan juga katakan kepada baginda raja, aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengeluarkan bayiku ini,” kata Abu Nawas lagi.

Akhirnya, utusan sang raja kembali ke istana dan menyampaikan kepada baginda raja apa yang dikatakan oleh Abu Nawas.

Hal ini lantas membuat baginda raja keheranan, sebab baru kali ini ia mendengar ada laki-laki yang bisa hamil.

Lantas, muncul niat baginda raja untuk pergi menengok Abu Nawas ke rumahnya.

Sebab, berita pria sedang hamil tersebut telah membuat kehebohan di seluruh istana.

Singkat cerita, baginda raja akhirnya pergi ke rumah Abu Nawas bersama sejumlah ajudannya.

Ketika Abu Nawas melihat baginda raja mendatangi rumahnya, pria tersebut sangat gembira dan berlari-lari menyambut sang raja.

Dengan tunduk Abu Nawas kemudian berkata, wahai paduka yang mulia berkenan juga rupanya tuanku datang ke rumah hamba yang hina ini.

Selanjutnya, baginda raja dipersilakan duduk di tempat yang terhormat dan Abu Nawas duduk di bawahnya.

Kemudian, Abu Nawas pun berkata, wahai paduka yang mulia ada gerangan apakah paduka datang ke rumah hamba ini.

Rasanya, selama bertahun-tahun lamanya baru kali ini tuanku mendatangi rumah hamba.

“Tujuanku kesini, karena ingin tahu keadaanmu Abu Nawas,” jawab baginda raja.

“Katanya, engkau dikabarkan sedang hamil dan akan melahirkan. Sejak zaman nenek moyangku sampai sekarang, aku belum pernah mendengar ada seorang lelaki bisa hamil, apalagi sampai melahirkan. Itulah Sebabnya aku datang kemari,” ucap baginda raja.

Setelah mendengar perkataan sang raja, Abu Nawas hanya diam dan tersenyum begitu saja.

Maka baginda raja kembali berkata kepada Abu Nawas dengan penuh rasa heran.

“Wahai Abu Nawas, coba jelaskan perkataanmu. Apa maksudnya kamu mengaku hamil dan siapa dukun beranak yang kau maksudkan,” tanya baginda kembali.

Kemudian, dengan senang hati Abu Nawas menceritakan kepada baginda raja.

“Jadi, dahulu konon katanya ada seorang raja yang mengusir seorang pembesar istana, tapi setelah 5 bulan berlalu raja tersebut memanggil kembali pembesar tersebut ke istana.

Ini ibarat hubungan laki-laki dan perempuan yang hamil tanpa menikah, tentu saja melanggar adat dan agama serta menggegerkan seluruh negeri,” jelas Abu Nawas.

“Lagi pula, apabila seorang raja mengeluarkan titah, maka secara otomatis tidak boleh mencabut perintahnya. Jika itu dilakukan ibarat menjilat air ludah sendiri, karena itulah tanda-tanda seorang pengecut,” kata Abu Nawas.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.