Kisah Abu Nawas: Saat Berburu Beruang Tidak Basah Saat Diguyur Hujan

Tidak Basah Saat Diguyur Hujan
Tidak Basah Saat Diguyur Hujan

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Abu Nawas adalah tokoh sufi yang terkenal pada saat pemerintahan Raja Harun Ar Rasyid.

Selain dikenal sebagai tokoh sufi, Abu Nawas juga dikenal sebagai orang tak pernah kehabisan akal menjawab pertanyaan sang baginda raja.

Bacaan Lainnya

Abu Nawas sendiri adalah orang yang takut pada hewan beruang.

Saat itu Abu Nawas diminta oleh sang raja berburu beruang bersamanya.

Padahal sang baginda raja sudah tau, bahwa Abu Nawas sangat takut dengan beruang.

Namun pada saat itu, siapa saja yang tidak melaksanakan perintah raja maka akan mendapat hukuman.

Abu Nawas pun bingung, karena tidak dapat menolak permintaan raja.

Dikutip dari akun youtube Abot Story menceritakan tentang Abu Nawas saat berburu Beruang yang tidak basah saat terkena hujan.

Dalam perjalanan menuju hujan untuk berburu beruang, tiba-tiba cuaca menjadi mendung.

Dengan segera, baginda pun memanggil Abu Nawas, dan Abu Nawas pun mendekati baginda raja.

“Taukah mengapa engkau aku panggil,”kata sang baginda raja.

Abu Nawas pub menjawab tidak mengetahuinya mengapa baginda raja memanggilnya.

Baginda raja menjelaskan pada Abu Nawas cuaca sedang mendung, sebentar lagi akan turun hujan.

Namun hutan masih jauh dari tempat rombongan Abu Nawas dan baginda raja.

Sang baginda raja pun menjelaskan, bahwa Abu Nawas akan diberikan kuda yang lambat.

Sedangkan sang raja bersama rombongan yang lain akan diberikan kuda yang cepat.

Dan sang baginda raja memerintahkan Abu Nawas tetap menjaga pakaiannya agar tetap kering meski hujan turun.

Baginda raja juga memerintahkan pada saat jam istirahat tiba, ia meminta semua rombongan agar kembali ke tempat peristirahatan.

Dengan begitu, semua pasukan berpencar seperti apa yang telah diperintahkan sang baginda raja.

Sedangkan Abu Nawas menyusuri jalan menuju hutan dengan kudanya yang lamban.

Dan akhirnya, Abu Nawas sadar bahwa sang baginda raja telah menjebaknya.

Tak lama setelah itu, hujan pun turun, baginda raja bersama rombongannya basah kuyip akibat derasnya hujan.

Mereka pun pergi ke tempat peristirahatan karena sudah memasuki jam istirahat makan siang.

Belum sampai baju sang baginda raja bersama rombongannya kering, Abu Nawas pun sampai pada tempat peristirahatan.

Baginda dan pengawalnya terheran-heran karena melihat baju Abu Nawas tetap kering.

Padahal kuda Abu Nawas sangat lamban tidak mungkin pergi berteduh untuk dengan cepat.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.