Kisah Abu Nawas: Sang Pemberani, Mengawal Saudagar Kaya Melawan Macan

abu nawas Mengawal Saudagar Kaya Melawan Macan
abu nawas Mengawal Saudagar Kaya Melawan Macan

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id Diantara penduduk kota, Abu Nawas dikenal sebagai sosok pemberani, pekerja keras, dan giat.

Dimanapun Abu Nawas berada, kawan-kawannya berkumpul mengerumuninya untuk mendengar kisah-kisah jenakanya.

Bacaan Lainnya

Suatu hari saat Abu Nawas berkumpul dengan kawan-kawannya, datanglah seorang saudagar kaya.

Saudagar tersebut mengatakan bahwa ia sedang membutuhkan seseorang yang pemberani.

Dikutip Bondowoso network dari kanal YouTube HUMOR SUFI OFFICIAL, orang-orang disitu lalu menunjuk Abu Nawas, “tuan datang di tempat yang tepat, disini ada orang yang terkenal pemberani.”

“Siapa orangnya?” Tanya si saudagar. “Itu dia orangnya.” Jawab mereka menunjuk Abu Nawas.

Kemudian saudagar kaya mendekati Abu Nawas, “apakah kau bersedia bekerja untukku, aku akan memberi bayaran yang besar dan juga bonus.”

“Itu sih tergantung, pekerjaan apa yang hendak tuan berikan, kalau menurut saya cocok, saya bersedia melakukannya.” Ucap Abu Nawas.

“Begini, aku akan pergi berdagang keluar kota dan tugasmu mengawal perjalananku.” Ucap si saudagar.

“Cuma mengawal, tidak ada tugas lain?” Tanya Abu Nawas. “Benar Abu Nawas tugasmu hanya mengawal, agar aku selamat sampai tujuan.” Jawab si saudagar.

“Baiklah saya setuju, tapi saya butuh uang untuk keluarga selama saya tinggalkan.” Balas Abu Nawas.

Kemudian saudagar kaya memberi Abu Nawas sejumlah uang dan keesokan harinya mereka memulai perjalanannya.

Disepanjang perjalanan Abu Nawas dengan penuh waspada mengawasi dan mengawal saudagar kaya.

Ditengah perjalanan mereka beristirahat dibawah naungan pohon besar.

Abu Nawas, turunkan bawaan dari punggung keledai agar dia bisa ikut beristirahat.” Pinta saudagar kaya.

“Maaf tuan, tugas saya hanya mengawal dan menjaga keselamatan tuan.” Sahut Abu Nawas.

Si saudagar terpaksa melakukannya sendiri, ia menurunkan semua barang bawaan dari punggung keledai.

Tak berapa lama si saudagar kembali berkata, “perutku sangat lapar, buatlah masakan untuk kita.”

Lagi-lagi Abu Nawas menjawab dengan alasan yang sama, “maaf tuan sesuai perjanjian, tugas saya hanya mengawal dan menjaga keselamatan tuan.”

Untuk kedua kalinya saudagar kaya itu melakukannya sendiri, ia memasak makanan daging kelinci yang lezat, membuat Abu Nawas tak sabar ingin mencicipinya.

Setelah selesai memasak saudagar itu berkata kepada Abu Nawas, “kemarilah Abu Nawas, kita makan sama-sama.”

“Baiklah tuan, rasanya saya tidak enak hati kalau terus-terusan menolak perintah tuan.” Timpal Abu Nawas.

Setelah mereka selesai makan dan beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan.

Kini mereka berjalan melewati hutan belantara, pemandangan indah dan sejuk membuat perjalanan menyenangkan.

Namun tiba-tiba muncul seekor macan, tentu ini membuat Abu Nawas terkejut dan ketakutan.

“Kenapa anda tak bilang kalau hutan ini ada hewan buasnya.” Ucap Abu Nawas panik.

“Dari pertama kan sudah aku bilang, aku butuh seorang pemberani untuk mengawal perjalananku.” Balas si saudagar.

“Apa yang harus aku lakukan, menyelamatkan diri sendiri saja belum tentu bisa.” Ucap Abu Nawas dalam hati.

“Ayo Abu Nawas, apa yang akan kita perbuat agar selamat.” Teriak si saudagar.

Abu Nawas pura-pura bersikap tenang, “Sabar tuan, sabar.” Kata Abu Nawas.

Namun, secepat kilat Abu Nawas lari terbirit-birit, hal itu menarik perhatian si macan dan mengejar si Abu Nawas.

Abu Nawas sempat menoleh ke belakang dan melihat saudagar itu selamat, sedangkan macan itu mengejarnya.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.