Menohok! Rizal Ramli Kritik Laju Ekonomi RI Kalah dari Vietnam dan Filipina

Rizal Ramli (istimewa)

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id — Ekonom senior sekaligus mantan menteri koordinator bidang kemaritiman Rizal Ramli mengkritisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,4 persen di kuartal II 2022.

Ia mengingatkan dua negara lain yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah seperti Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Dua negara yang dimaksud adalah Vietnam dan Filipina. Pertumbuhan ekonomi Vietnam tumbuh 7,7 persen dan Filipina tumbuh 7,4 persen pada kuartal II 2022.

“Indonesia tumbuhnya lumayan sekitar 5 persen tapi jangan lupa Vietnam tumbuh 7,7 persen, Filipina yang biasanya di bawah kita tumbuh 7,4 persen. Padahal 2 negara ini tidak ada komoditas, energi, sumber daya alam,” Ujar Rizal dalam wawancara bersama CNN Indonesia TV, Selasa (16/8).

Rizal mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kaya sumber daya alam diuntungkan oleh faktor eksternal, seperti perang Rusia-Ukraina yang membuat harga komoditas global naik.

Namun, Rizal memprediksi faktor eksternal tersebut akan berkurang dalam setahun ke depan karena negara-negara maju akan menaikkan suku bunga yang akan mengurangi permintaan komoditas secara global.

“Kedua, level perang di Ukraina sifatnya sudah segitu-gitu saja, tidak akan berkembang. Dampaknya terhadap energi dan lain-lain akan relatif berkurang,” ujar Rizal.

Rizal menambahkan pertumbuhan ekonomi juga masih bersifat makro ekonomi, belum menyentuh masyarakat secara langsung. Hal itu disebutnya terlihat dari daya beli masyarakat yang masih rendah dan ketimpangan pengeluaran penduduk atau rasio gini yang semakin meningkat.

Ditambah lagi rakyat juga dibebani dengan kenaikan harga listrik, BBM, biaya sekolah.

“Jangan lupa inflasi memang 4,5 persen, tapi inflasi makanan paling penting buat rakyat kan 10 persen dan tidak ada tanda-tanda akan membaik,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 3,72 persen sepanjang kuartal II 2022. Dengan realisasi itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen secara tahunan (year on year).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut ekonomi tersebut ditopang oleh beberapa faktor. Salah satunya, pelonggaran aktivitas masyarakat yang dilakukan pemerintah seiring dengan menurunnya kasus covid-19. Pelonggaran itu katanya, telah berdampak konsumsi masyarakat.

Selain pelonggaran aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh bauran kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dan BI.

Dari sisi pemerintah, ia menyebut langkah pemerintah yaitu menggelontorkan subsidi dan bantuan sosial serta insentif fiskal kepada masyarakat dan dunia usaha. BI yang tidak menaikkan suku bunga acuan juga memberi dampak positif ke dunia usaha.

Pada kuartal I 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01 persen. Angka ini lebih tinggi dari minus 0,74 persen pada kuartal I 2021, tetapi lebih rendah dari 5,02 persen pada kuartal IV 2021.

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.