Bamsoet Ingatkan Pemerintah soal Utang RI di 2023, Ini Kata Sri Mulyani


banner 800x800

banner 400x400

 

 

Bacaan Lainnya

Hajinews.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan pemerintah soal utang yang meningkat dengan kembalinya defisit anggaran 3 persen di 2023. Termasuk soal beban pembayaran bunga utang yang juga makin meningkat.

“Defisit anggaran yang harus kembali ke angka kurang dari 3 persen pada tahun 2023, menjadi tantangan utama, karena kondisi pemulihan yang tidak menentu. Selain itu, peningkatan utang yang signifikan menimbulkan beban pembayaran bunga tambahan,” ujar Bamsoet dalam Sidang Tahunan MPR/DPR RI, Selasa (16/8).

Merespons hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, dalam dua tahun terakhir, Indonesia memang mengalami lonjakan utang. Namun, jika dihitung secara rasio utang terhadap PDB, jumlah utang Indonesia justru menurun.

“Rasio utang Indonesia tahun 2022, hingga Juli sudah menurun sangat tajam, sekarang di 37,9 persen. Tadi yang disampaikan ketua MPR masih di angka 40,73 persen yaitu posisi akhir 2021,” terang Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: Nota Keuangan & RAPBN 2023 di Gedung DJP, Jakarta, Selasa (16/8).

Menurut menkeu, APBN Indonesia sudah bekerja keras selama 2 tahun terakhir. Hasilnya Indonesia dapat memulihkan kondisi ekonomi tanpa mengorbankan banyak aspek.

Bahkan, pada kuartal II-2022, ekonomi Indonesia tumbuh melesat 5,4 persen di tengah banyak negara yang jatuh ke lubang resesi.

“Inilah artinya kita Kita menggunakan fiskal tools secara hati-hati dan tepat. Sehingga kita bisa memulihkan ekonomi namun tidak mengorbankan kesehatan APBN,” pungkas Sri Mulyani.

 


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.