Nasib Bharada E Semakin Terancam, Susno Duadji: Kalau Dia Mati Tanggung Jawab Negara

Nasib Bharada E Semakin Terancam
Susno Duadji

banner 800x800

banner 400x400
Hajinews.id – Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kini semakin terbuka.

Pada kasus ini, Bharada E memiliki peranan penting.

Bacaan Lainnya

Pengakuan Dia selanjutnya dibutuhkan untuk mengungkap peristiwa berdarah ini.

Bharada E sudah diamankan di Bareskrim Polri.

Namun ada beberapa pihak khawatir dengan pengamanan Bharada E di Bareskrim Polri.

Menurut Komjen Susno Duadji kalau Bareskrim Polri tempat paling aman.

‘Dilindungi oleh LPSK, kita tahu LPSK ini tidak punya tempat pengamanan seaman di Breskrim,” ujar Susno Duajdi,dilansir Youtube TV one, Senin(15/8/2022).

Dikatakan juga tidak ada petugas yang menjaga sebaik di Bareskrim Polri.

“Tidak ada petugas yang ngaman kayak gitu, tetapi diterbitkan surat perlindungan maka negara melindungi dia,” jelasnya.

Negara bertanggung-jawab untuk melindungi Bharada E.

“Maka perlindungan harus hati-hati karena ini negara,” jelasnya.

Susno Duadji menjelaskan kalau Bharada E meninggal tanggung jawab negara.

“Kalau dia mati tanggung jawab negara,” ujarnya.

Kini publik menunggu bagaimana kelanjutan kasus dari Bharada E.

Irjen Pol Ferdy Sambo Kembali Kena Masalah, Kini Giliran KPK yang Turun, Tangani Kasus Barunya

Irjen Pol Ferdy Sambo kini kembali terkena masalah atas kasus yang menimpanya.

Usai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir J.

Kini, Irjen Pol Ferdy Sambopun harus berurusan dengan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan dugaan penyuapan oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, kepada petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memastikan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat, dengan melakukan langkah-langkah analisis lebih lanjut, berupa verifikasi mendalam dari data yang diterima.

“Benar KPK telah terima laporan tersebut pada bagian pengaduan dan pelaporan masyarakat KPK,” kata Ali, Senin (15/8/2022).

Menurut Ali, verifikasi penting dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi apakah laporan pengaduan tersebut layak ditindaklanjuti ataukah diarsipkan.

Dalam setiap laporan masyarakat, lanjutnya, KPK proaktif menelusuri dan melakukan pengumpulan berbagai informasi dan bahan keterangan tambahan, untuk melengkapi setiap aduan dimaksud.

“Kami mengapreasiasi masyarakat yang turut peduli atas dugaan korupsi di sekitarnya, dengan melapor pada penegak hukum,” tutur Ali.

Sejumlah pengacara yang menamakan diri Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK), melaporkan percobaan suap dalam penanganan perkara kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

TAMPAK melaporkan dugaan suap itu ke KPK hari ini.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.