Asuransi Kesehatan Prudential Dituding Bohongi Nasabah, Pensiunan Polisi Mengaku Ditipu

Logo berbagai perusahaan asuransi jiwa di Kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta. (Foto/Antara)

banner 800x800

banner 400x400

 

Hajinews.id – Darwin Sihombing (61 tahun), seorang pensiunan Polisi yang bertugas di Kalbar, mengaku ditipu Asuransi Kesehatan Prudential, setelah uang premi minta dikembalikan, namun tidak bisa sampai sekarang.

Bacaan Lainnya

“Sampai sekarang, minta uang dikembalikan, tidak pernah direspon sejak November 2021,” kata Darwin Sihombing di Pontianak, Kamis, 11 Agustus 2022.

Darwin Sihombing masuk asuransi kesehatan Prudential pada 26 Oktober 2015 selama 10 tahun dan akan berakhir pada 26 Oktober 2026.

Disepakati nilai kontrak Rp100 juta dengan pembayaran cicilan premi Rp900 ribu per bulan.

Sesuai perjanjian, menurut Darwin Sihombing, jika mengakhiri pembayaran premi belum habis masa kontrak, maka uang nasabah tetap bisa dikembalikan.

Tapi uang nasabah yang dapat dikembalikan hanya 50 persen dari keseluruhan pembayaran premi yang suah disetor.

Dikatakan Darwin Sihombing, karena sesuai dan lain hal, Nopember 2021, memutuskan tidak lanjut melanjutkan pembayaran cician presmi.

Pada saat memutuskan tidak melanjutkan pembayaran cicilan premi, total yang sudah dibayar Darwin Sihombing mencapai Rp72 juta.

“Sesuai perjanjian dari Rp72 juta premi yang sudah, maka nasabah yang memutuskan berhenti, berhak peroleh separuhnya, yaitu Rp30-an juta,” kata Darwin Sihombing.

Diungkapkan Darwin Sihombong, sampai sekarang majamen asuransi kesehatan Prudential, selalu mengulur-ulur waktu mengembalikan uang haknya Rp30-an juta.

“Saya akan lapor Polisi. Ini penipuan,” ujar Darwin Sihombing.

“Karena aktif membayar cicilan premi, saya tidak pernah menikmati fasilitas kesehatan Prudential dalam perawatan di rumah sakit,” tambah Darwi Sihombing.

Jaringan Luar Negeri

Asuransi Kesehatan Prudential merupakan salah satu produk unggulan dihadirkan PT Prudential Life Assurance salah satu polis unggulannya adalah PRUPrime.

Perusahaan Asuransi Prudential telah bekerjasama dengan jaringan rumah sakit rekanan yang sangat luas baik di dalam dan luar negeri.

Untuk jaringan rumah sakit di Indonesia, Prudential bekerjasama dengan Admedika-layanan jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia.

Jaringan rumah sakit rekanan di luar negeri, perusahaan bekerjasama dengan klinik dan layanan kesehatan di Singapura, Malaysia, hingga Eropa lainnya.

Prudential juga menghadirkan pilihan polis asuransi kesehatan yang beragam, sehingga Anda bisa lebih mudah memilih polis sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Salah satu polisnya juga menawarkan limit hingga Rp36 miliar per tahun. Ada juga polihan lainnya yang menanggung hingga usia nasabah 85 tahun.

Sebagian besar polis Asuransi Kesehatan Prudential bersifat sebagai polis tambahan atau rider.

Artinya, nasabah harus membeli polis dasar terlebih dahulu bila ingin mendapatkan manfaat asuransi kesehatan lengkap lainnya.

Didirikan pada 1995, PT Prudential Life Assurance yang merupakan bagian dari Prudential PLC adalah perusahaan penyedia asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan juga manajemen aset yang memfokuskan layanannya untuk wilayah Asia dan Afrika.

Pengalaman internasional yang dimilikinya di bidang asuransi jiwa dan juga pengetahuan tata cara bisnis lokal mendorong perusahaan tersebut melalui Prudential Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya di tanah air.

Unilateral Asuransi, Istilah Kontrak Asuransi yang Harus Diketahui

Prudential Indonesia pun mengklaim dirinya berhasil menjadi pemimpin pasar Indonesia untuk produk asuransi yang dengan tambahan manfaat investasi sejak meluncurkan produk unit link pertamanya pada 1999.

Mereka juga memiliki Unit Usaha Syariah yang dibentuk sejak 2007 yang lagi-lagi dipercaya sebagai salah satu pemimpin pasar asuransi jiwa syariah oleh masyarakat tanah air sejak pendiriannya.

Prudential Indonesia pun diketahui mempunyai kantor pusat dan kantor pemasaran yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Tercatat sampai 31 Desember 2021, mereka memiliki kantor pusat yang terletak di Jakarta, sedangkan untuk kantor pemasaran berjumlah 6 kantor berada di kota besar, yaitu Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Batam serta memiliki 361 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sampai akhir 2021, perusahaan asuransi yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini diketahui telah melayani 2,5 juta tertanggung yang disokong oleh dukungan lebih dari 172.000 Tenaga Pemasar berlisensi.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.