Orang Kafir dan Orang Beriman

Orang Kafir dan Orang Beriman
Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

banner 800x800

banner 400x400

Oleh Hasanuddin (Ketua Umum PBHMI 2003-2005), Redaktur Pelaksana Hajinews.id

Hajinews.id – Ciri utama dari orang kafir itu disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-An’am (6) ayat 29, dimana mereka berkata; “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan”. Lalu Allah menjawab persangkaan mereka itu dengan firman-Nya: “Kami tidak ciptakan langit, bumi, dan segala isinya dengan bermain-main” (QS. 21; ayat 16, dan surah 44: 38). Juga pada surah 23: 115, “Maka, apakah kamu mengira, sesungguhnya Kami ciptakan kamu secara bermain-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada kami”?.

Bacaan Lainnya

Orang kafir juga disebutkan, sebagai “orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan orang-orang yang puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan (dunia) itu, serta mereka melalaikan ayat-ayat Kami” (QS. 10: 7).

Sebaliknya melalui ayat yang sama, Allah menyampaikan bahwa orang yang beriman itu sebagai “orang yang mengharapkan pertemuan dengan Kami” (QS. 10: 7).

Sikap orang beriman dengan demikian memang akan senantiasa berlawanan dengan sikap orang kafir. Dimana orang beriman bukan saja mengakui akan adanya hari kebangkitan, serta mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, namun juga mereka mengagumi tanda-tanda (ayat-ayat) kebesaran Allah yang nampak di alam semesta. Allah SWT menyampaikan sikap orang beriman itu dalam firman-Nya:

“Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang, matahari dan bulan yang bercahaya. Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”. (QS. 25: 61-62).

Pada masa awal Kenabian Muhammad SAW menyampaikan risalah-Nya, ayat-ayat yang diturunkan Allah di tengah-tengah masyarakat Mekah pada masa itu mengalami pembelahan. Perpecahan terjadi bahkan pada keluarga besar Bani Hasyim, (rumpun keluarga Nabi), namun terjadi hampir pada semua keluarga. Orang yang memeluk atau mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, serta-merta di musuhi di dalam keluarganya. Tidak jarang terjadi akibat konflik tersebut berujung hingga sampai ke penganiayaan bahkan perkelahian yang menyebabkan terbunuhnya satu anggota keluarga oleh anggota keluarga yang lain. Kisah perihal ini sangat lumrah ditemukan di kalangan para sahabat. Umar Ibnu Khattab sendiri, misalnya memenggal kepada bapaknya, Al-Khattab. Siti Khadijah (istri Nabi) bermusuhan dengan saudaranya Nawfal. Abu Lahab, paman Nabi membenci Abu Thalib saudaranya karena membela Nabi, dan banyak lagi kisah serupa lainnya.

Sesungguhnya orang-orang kafir itulah yang senantiasa menyebarkan permusuhan kepada orang yang beriman dan mengikuti ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad Saw. Dan seperti itulah yang terjadi sepanjang sejarah Islam, termasuk hari ini.

Adalah kecintaan orang kafir terhadap hal-hal yang bersifat duniawi yang mendorong mereka berprilaku rakus, tamak dan menganggap anjuran bersikap Zuhud atas kehidupan dunia, sebagai ancaman atas keserakahan mereka dalam menguasai harta benda.

Mari kita lihat contoh yang paling aktual. Tat kala pemerintah Indonesia menggelorakan masuknya investasi asing di awal-awal pemerintahan Jokowi, maka pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan untuk memberantas segala bentuk paham keagamaan yang disebutnya sebagai “radikalisme”, dengan dituduh sebagai akar dari “terorisme”. Sejatinya, tuduhan ini hanyalah kedok atau alasan untuk memuluskan kebijakan investasi asing. Sebutlah misalnya investasi dari negara komunis Tiongkok. Pemerintahan Xi Jinping menganut paham komunis, atau secara akademis memiliki akar pada materialisme. Paham ini tidak memiliki pandangan atau menolak pandangan tentang adanya hari kebangkitan sesudah mati. Dan oleh sebab itu, pemerintah Komunis Tiongkok sangat refressif dengan paham keagamaan seperti ini. Bukan hanya Islam atau muslim Uighur yang jadi korban paham materialisme komunis, namun juga agama Kristen, dan Budha Suci atau Falun Dafa (falun gong). Jutaan dari mereka itu yang dibantai oleh rezim komunis Tiongkok. Dan tentu saja, sebagaimana di negerinya, Komunis Tiongkok ini mengharuskan negara tujuan investasi mereka agar memastikan bahwa investasi mereka aman dari ancaman (balas dendam) orang-orang beragama terhadap investasi mereka, dimana mereka akan membawa serta warga negara komunis mereka ke negara tujuan investasi.

Guna memuluskan investasi Tiongkok di Indonesia, banyak kebijakan diberikan pemerintah Indonesia. Antara lain adalah memastikan bahwa masyarakat Indonesia yang umumnya beragama (bukan komunis), dapat “diatasi” oleh pemerintah Indonesia.

Dalam rangka itu, maka sejak Tito Karnavian menjabat Kapolri dibentuklah Satgassus di Polri, sebuah institusi non struktural, yang bertujuan memudahkan semua bentuk investasi. Tentu saja salah satu tugasnya adalah memastikan paham yang disebut “radikal dan teroris” oleh pemerintah Tiongkok dapat mereka atasi. Sebab itu pembubaran HTI dan FPI, dengan tuduhan teroris, radikalisme, penangkapan tokoh-tokoh mereka, dan juga tentu peristiwa KM-50, merupakan bagian dari memuluskan investasi komunis Tiongkok di Indonesia. Patut di duga, bahwa judi online, narkoba, penyelundupan, dan lain-lain jenis kejahatan, termasuk dalam pengertian “investasi” yang harus diamankan.

Dan untuk kebutuhan propaganda itu semua, para buzzer-buzzerRp di gaji oleh pemerintah dan di lindungi oleh polisi.

Tapi nampaknya pemerintah tidak memiliki akal yang cukup panjang. Dampak buruk dari materialisme, segera menyerang kepolisian. Polisi jadi rakus harta benda. Kesejahteraan materiil polisi memang meningkat drastis, terutama yang para petinggi Satgassus itu.

Banyak sekali kasus yang termasuk kategori kasus besar, yang tidak naik ke persidangan, dan cukup ‘diselesaikan” dengan hengky-pangky dengan Satgassus. Membuka rekening satgassus (di bank manapun rekening itu, di dalam atau di luar negeri), tentu akan lebih memperjelas masalah ini.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.