Kisah Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot Atas Titah Baginda Raja

Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot
Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Terkadang permintaan Baginda Raja Harun Al Rasyid tidak masuk akal, parahnya jika permintaan itu tidak dituruti bisa berakibat buruk bagi Abu Nawas.

Seperti yang terjadi siang itu, “Hai Abu Nawas, sekarang juga kamu harus mempersembahkan kepadaku seekor harimau berjenggot. Jika gagal aku akan membunuhmu.” Titah Baginda Raja.

Bacaan Lainnya

Bila sudah begitu Abu Nawas hanya bisa pasrah menatap lantai, dia menyadari Baginda Raja sedang keluar bencinya pada dirinya.

“Wahai Baginda Raja, perintah Baginda akan hamba laksanakan namun untuk yang satu ini hamba mohon waktu delapan hari.” Lanjut Abu Nawas. “Baiklah.” Ucap Baginda Raja setuju.

Cerita ini dikutip dari kanal YouTube Al Fathan, berikut kelanjutannya:

Alkisah, pulanglah Abu Nawas kerumah dan agaknya dia sudah menangkap gelagat kurang enak.

Sepertinya Baginda raja sangat marah kepadanya sehingga memberinya titah yang tidak masuk akal. “Kali ini aku harus berhati-hati.” Pikir Abu Nawas.

Sesampainya dirumah, dipanggilnya tukang kayu dan disuruhnya membuat kandang macan yang berukuran besar.

Hanya dalam waktu tiga hari, kandang macan tersebut sudah siap. Kepada istrinya Abu Nawas berpesan agar menjamu tamu berjenggot yang akan datang ke rumah.

“Apabila engkau dengar aku mengetuk pintu, suruh dia masuk ke dalam kandang itu.” Ucap Abu Nawas kepada istrinya.

Setelah itu, Abu Nawas  bergegas pergi ke mushola membawa sajadah.

“Hai Abu Nawas, tumben engkau sholat disini?” Tanya imam mushola.

“Sebenarnya aku ingin menceritakan hal ini kepada orang lain, tapi kalau tidak kepada tuan, kepada siapa lagi aku mengadu.” Jawab Abu Nawas.

“Tadi malam aku ribut dengan istriku, dan tidak bisa pulang ke rumah.” Lanjut Abu Nawas.

“Aku biarkan Abu Nawas tidur disini, aku akan pergi menemui istrinya. Sudah lama aku menaruh hati pada perempuan itu.” Pikiran nakal orang itu mulai berandai-andai.

“Hai Abu Nawas, bolehkah aku menyelesaikan perselisihan dengan istrimu itu?” Kata orang itu.

“Silahkan, aku berterima kasih atas kebaikan hati tuan.” Jawab Abu Nawas.

Maka pergilah orang itu ke rumah Abu Nawas dengan hati berbunga-bunga.

Sesampainya dirumah Abu Nawas, orang itu mengetuk pintu dan begitu pintu terbuka ia duduk dan berbicara pada istri Abu Nawas.

“Apa gunanya punya suami jahat dan melarat, lagi pula Abu Nawas hidupnya tak karuan. Lebih baik kamu jadi istriku dan hidup senang.” Rayunya.

Tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk, dan orang itu panik. “Kemana aku harus bersembunyi?” Tanya orang itu panik.

“Silahkan tuan bersembunyi di dalam kandang itu.” Ucap istri Abu Nawas.

Tanpa pikir panjang orang itu masuk ke dalam kandang dan menutupnya.

Setelah itu istri Abu Nawas membuka pintu, lalu masuklah Abu Nawas.

Sesuai janji dengan Baginda Raja, setelah delapan hari Abu Nawas memanggil delapan kuli untuk memikul kandang itu ke istana.

Kota Baghdad menjadi gempar karena ingin melihat harimau berjenggot.

Mereka terheran-heran akan kehebatan Abu Nawas menangkap harimau berjenggot yang belum pernah mereka temui.

Sesampainya di istana Abu Nawas bertemu Baginda Raja, “Hai Abu Nawas, apakah kamu sudah berhasil menemukan harimau berjenggot?” Tanya Baginda Raja.

“Alhamdulillah hamba berhasil Baginda.” Jawab Abu Nawas.

Maka dibawa lah kandang itu ke hadapan Baginda Raja.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.