Kisah Abu Nawas: Kecerdasan Abu Nawas, Menguasai Pedagang Pasar hanya Dengan Topi Sakti

Menguasai Pedagang Pasar hanya Dengan Topi Sakti
Kisah Abu Nawas

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id Abu Nawas Merupakan tokoh sufi yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata orang biasa.

Dalam kesehariannya Abu Nawas sering kali berinteraksi dengan tetangganya hingga tak jarang membantu. Bahkan meskipun terkenal cerdas, beberapa kali pula dia dikelabui oleh orang-orang atau tetangganya.Mengutip kanal YouTube Juha Official tentang kesaktian topi Abu Nawas.Ketika itu Abu Nawas duduk santai depan rumahnya lalu didatangi tetangganya yang kaya raya.Tetangganya tersebut menyuruh Abu Nawas untuk tidak menafkahi istrinya agar bisa kaya sepertinya.

Bacaan Lainnya

Abu Nawas berkata bahwa dirinya memang ingin kaya tetapi tidak dengan cara yang dia sarankan.

” Apakah aku harus jadi sepertimu yang kaya tetapi segala sesuatu meminjam dari tetangga, lalu untuk apa hartamu” kata Abu Nawas.

“Lihatlah aku yang kaya raya tak sepertimu yang miskin tak punya apa-apa ” balas tetangganya.

Kemudian Abu bertanya untuk apa kekayaan itu, lalu dijawab tetangganya bahwa dirinya cukup melihat kilauan kekayaan saja.

Beberapa hari kemudian tetangga itu mendatangi Abu Nawas untuk meminjam keledainya.

Abu Nawas pun bertanya kenapa dirinya tidak membeli keledai padahal kaya raya, lalu tetangganya menjawab lebih baik meminjam selama ada pada tetangganya.

Lantas Abu Nawas bergumam, ternyata bukan hanya pelit tetapi orang itu juga bakhil.

Karena tak ingin berdebat dengannya, Abu Nawas pun meminjamkan keledainya tersebut.

Dibawalah keledai itu oleh tetangganya, sore harinya saat pulang keledai itupun dikembalikan namun Abu Nawas diminta uang 1 Dinar.

Abu Nawas kembali heran karena seharusnya dirinya yang diberi uang, kenapa malah dimintai uang.

Tetangganya pun menjelaskan bahwa ketika dalam perjalanan keledainya lapar dan tetangganya membelikan rumput seharga 1 Dinar.

Dengan nada kesal Abu Nawas memberikannya satu Dinar dan berkata tak akan memberikan pinjaman keledai lagi.

Selepas itu Abu Nawas mencari cara memberi pelajaran pada tetangganya itu, dan akhirnya ide itu muncul.

Abu Nawas pergi ke pasar bersekongkol dengan pedagang dengan memberinya uang lalu membeli topi baru.

Dengan Topi barunya itu Abu Nawas kembali duduk santai didepan rumah, tak berselang lama didatangi lagi oleh tetangganya.

Tetangganya mencoba meminjam topi Abu Nawas, namun Abu Nawas berkata bahwa topi itu keramat.

Karena tetangganya tak percaya, Abu Nawas mengajaknya ke pasar dan menemui pedagang keledai.

Diambil satu keledai dan diberikan pada tetangganya itu, kemudian Abu Nawas hanya menggosok topinya dan berkata lunas kepada pedagang.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.