Kisah Lucu Abu Nawas Dan Kipas Ajaib Yang Awet Hingga 100 Tahun

Kisah Lucu Abu Nawas Dan Kipas Ajaib
Kisah Lucu Abu Nawas Dan Kipas Ajaib

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Kisah lucu dan cerdik Abu Nawas seakan tidak ada habisnya, ada saja yang menjadi cerita untuk menghibur.

Kecerdikan Abu Nawas sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan kerap dilakukan oleh semua masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satunya cerita Abu Nawas yang menjual kipas ajaib yang awet hingga 100 tahun lamanya dan tidak akan rusak.

Walau terkesan mustahil, akan tetapi alasan Abu Nawas tentang keawetan kipas tersebut masuk akal jika menggunakan dengan benar.

Suatu ketika Abu Nawas asyik berjalan-jalan di pasar, ia melihat pemuda sedang berjualan baju di pinggiran jalan.

“Baju bagus dan istimewa.” Teriak pemuda tersebut. Disebelah dagangan si pemuda tertulis kalimat ‘Dijamin tidak luntur’.

Karena tertarik Abu Nawas pun mendekatinya. “Silahkan tuan, tuan mau beli baju?” Tanya si pemuda.

“Aku mau lihat-lihat dulu, kalau ada yang cocok baru aku beli.” Jawab Abu Nawas. “Silahkan tuan, silahkan dipilih.” Balas si pemuda.

Dikutip dari kanal YouTube JUHA OFFICIAL, begini selanjutnya:

Setelah Abu Nawas menemukan baju yang cocok, ia berkata. “Ini bajunya bagus, warnanya juga bagus. Tapi apa benar dijamin tidak luntur?” Tanya Abu Nawas.

“Jangan khawatir tuan, pokoknya sesuai dengan tulisan.” Kata si pemuda. “Baiklah berapa harganya?” Tanya Abu Nawas.

“Harganya seratus dirham tuan.” Jawab si pemuda. “Mahal sekali, umumnya harga baju hanya sepuluh dirham.” Kata Abu Nawas menawar. “Tidak boleh tuan, sudah harga pas.” Ucap si pemuda.

Sejenak Abu Nawas berpikir, “bajunya sih bagus, warnanya juga bagus apalagi tertulis dijamin tidak luntur, mungkin karena itulah harganya agak mahal.” Ujar Abu Nawas dalam hati.

“Baiklah aku beli baju ini seharga seratus dirham.” Ucap Abu Nawas. “Terimakasih tuan, semoga tuan puas belanja di tempat saya.” Ucap si pemuda.

Singkat cerita Abu Nawas pun pulang membawa baju barunya, namun di perjalanan baju barunya terjatuh dan kotor.

Sesampainya dirumah Abu Nawas mencuci baju baru tersebut dengan direndam air dan warna baju yang tadinya bagus mendadak memudar dan luntur.

“Aku telah ditipu, katanya dijamin tidak luntur.” Gerutu Abu Nawas. Merasa kesal karena ditipu, Abu Nawas langsung menemui pemuda tersebut di pasar.

“Hei pemuda ternyata kamu penipu.” Hardik Abu Nawas. “Memangnya saya menipu apa tuan?” Kata pemuda itu berkilah.

“Kamu bilang dijamin tidak luntur, tapi baru direndam ternyata luntur.” Tutur Abu Nawas. “Saya tidak bilang dijamin tidak luntur, anda sendiri yang mengatakan begitu” kata Abu Nawas.

“Tapi saya mengatakan itu karena saya membaca tulisan yang ada di samping baju-baju jualanmu itu.” Protes Abu Nawas.

“Ooh kalau itu berarti anda yang salah baca tuan, anda membaca dari kiri ke kanan. Kalau kita kan orang arab tuan, bacanya dari kanan ke kiri ‘luntur tidak dijamin.” Kata si pemuda menjelaskan.

Abu Nawas tak menyangkal perkataan si pemuda, ia kembali kerumah dengan perasaan dongkol.

“Akan ku balas kau nanti.” Gerutu Abu Nawas.

Dirumah Abu Nawas mencari cara agar bisa membalas perbuatan pemuda tersebut.

Esok paginya Abu Nawas pergi ke pasar dan berjualan kipas disamping tempat berjualan si pemuda.

“Kipas-kipas silahkan dipilih, kipas bagus dan awet sampai seratus tahun.” Teriak Abu Nawas.

Berhubung saat itu cuaca lagi panas, pemuda itu mendekati Abu Nawas. “Berapa harga kipasnya tuan?” Tanya si pemuda.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.