Hikmah Siang : Penyebab Abu Lahab dan Istrinya Dilaknat Allah


banner 800x800

banner 400x400

 

Hikmah Siang : Kisah Abu Lahab dan istrinya dilaknat oleh Allah Ta’ala layak kita jadikan pelajaran berharga. Selain binasa menjadi ahli neraka, akhir hidupnya juga berakhir tragis.

Bacaan Lainnya

Apa penyebab Abu Lahab dilaknat Allah? Jika merujuk Al-Qur’an Surat Al-Lahab (surat ke-111), Allah menyatakan dengan jelas bahwa Abu Lahab adalah orang yang binasa.

Abu Lahab memiliki nama asli Abdul ‘Uzza bin Abdul Muttalib. Dia merupakan paman Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, namun ditakdirkan sebagai penghuni neraka karena permusuhannya yang sangat keras kepada Nabi.

Dikatakan Abu Lahab padahal namanya Abdul ‘Uzza, karena ia berwajah tampan menawan. Namun para ulama berpendapat bahwa julukan Abu Lahab karena ia menjadi penghuni neraka yang bergejolak apinya.

Selain Abu Lahab, Al-Qur’an juga mengabadikan beberapa figur yang kelak diazab di neraka disebabkan kedurhakaan dan kezaliman yang mereka lakukan. Di antaranya Fir’aun penguasa Mesir, Qarun, Haman, Qabil, Namrud, Azar, istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh.

Adapun kebinasaan Abu Lahab disebabkan kebencian dan penentangannya kepada Nabi Muhammad yang menyakitkan serta kelewat batas. Dikisahkan, ketika Rasulullah SAW mengumpulkan keluarganya dari suku Quraisy, Beliau memberi nasihat untuk menyelamatkan diri dari beratnya siksa api neraka.

Setelah Rasulullah menyampaikan peringatan itu, orang-orang pun langsung membubarkan diri. Namun tidak demikian dengan Abu Lahab. Dia menemui Nabi dan menanggapi dengan kata-kata kasar. Abu Lahab berkata: “Celakalah engkau selama-lamanya! Cuma untuk inikah kamu kumpulkan kami?”

Kemudian turunlah Surat Al-Lahab Ayat 1:

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

Artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!” (QS Al-Lahab: Ayat 1)

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Abu Lahab akan binasa dan kata-kata ini sebagai kutukan dari Allah baginya. Binasa pada kedua tangannya karena tangan adalah alat bekerja dan bertindak. Bila kedua belah tangan seseorang telah binasa, berarti ia telah binasa.

Mengutip tafsir Kemenag, permulaan ayat ini adalah kutukan atas kebinasaan Abu Lahab dan penutupnya adalah keterangan dari Allah bahwa kutukan itu telah terbukti dan Abu Lahab merugi di dunia dan akhirat.

Ketika ayat “Tabbat yadaa Abi Lahabin watabba” turun, istri Abu Lahab Ummu Jamil al-‘Aur (wanita yang sebelah matanya buta) binti Harb datang berteriak-teriak. Ia membawa batu sekepalan tangan, seraya berkata. “Dia mencela (agama kami), kami menolak. Agamanya kami benci dan perintahnya kami bantah.”

Ketika itu Nabi sedang duduk di dalam masjid bersama Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat wanita itu, beliau berkata, “Wahai Rasulullah, wanita itu telah datang. Saya khawatir dia melihatmu.”

Maka Rasulullah SAW berkata: “Dia tidak akan melihatku.” Kemudian Nabi membaca sebuah ayat dan berlindung dengan ayat tersebut. Beliau membaca ayat yang artinya: “Dan apabila kamu membaca Al-Qur’an, kami jadikan di antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman itu penghalang yang tertutup.” (Al-Isra Ayat 45)

Wanita itu berdiri di depan Abu Bakar, namum ia tidak bisa melihat Rasulullah SAW. Ia berkata: “Hai Abu Bakar, aku mendapat kabar bahwa temanmu itu telah menghinaku.” Abu Bakar berkata: “Tidak. Demi Tuhan Pemilik Ka’bah. Dia tidak mencelamu.”

Lalu wanita itu berpaling sambil berkata: “Kaum Quraisy telah tahu kalau aku adalah putri pembesarnya.” (Riwayat Al-hakim)

Allah mengabadikan kisah kebinasaan Abu Lahab dan istrinya ini dalam Surat Al-Lahab berikut:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (Surat Al-Lahab ayat 1-5)

Demikianlah kisah kebinasaan Abu Lahab yang banyak menyakiti Rasulullah SAW, membenci dan meremehkannya serta selalu memojokkan agamanya.

Kematian Abu Lahab juga berakhir tragis. Ia mati setelah Perang Badar. Ketika itu, dia tidak ikut serta dalam perang dan meminta Al-Ashi bin Hisyam untuk menggantikannya.

Perang Badar berakhir dengan kekalahan pasukan kafir Quraisy. Sepekan setelah itu, Abu Lahab menderita sakit parah. Dia pun meregang nyawa dan jasadnya diabaikan orang-orang selama tiga hari berturut.

Bau busuk pun menyeruak. Tetangganya memutuskan untuk menggali sebuah lubang besar dan memasukkan jasad Abu Lahab ke dalam boks kayu. Orang-orang tidak tahan dengan bau busuknya sehingga mereka memasukkan petinya dari kejauhan.

Dikabarkan sampai kini makamnya yang terletak di atas bukit bernama Jabal Abu Lahab Kota Mekkah masih mengeluarkan bau busuk yang sangat menusuk. Na’udzubillahi min dzalik.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.