Bulan Muharram Awal Tahun Hijriah

Bulan Muharram Awal Tahun Hijriah
Bulan Muharram Awal Tahun Hijriah

banner 800x800

banner 400x400

Hajinews.id – Kalender Islam yang penghitungannya berdasarkan perputaran bulan dimulai dengan bulan Muharram.
Oleh karena kita telah memasuki bulan pertama di tahun baru Islam, maka hendaklah kita membuka tahun baru kita ini dengan ketakwaan dan keshalihan.

Di antara nikmat Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya adalah Allah mengukuhkan musim-musim kebaikan untuk mereka sebagai bentuk penyempurnaan pahala mereka dan menambah banyak anugerah Allah bagi mereka.

Bacaan Lainnya

Musim haji yang diberkahi sudah berlalu, datanglah bulan yang mulia yaitu bulan Allah, Syahrullah Muharam.
Bulan Muharram merupakan bulan yang penuh berkah dan keutamaan.

Di antara keutamaannya adalah:

1. Bulan Muharram termasuk salah satu dari bulan Haram yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. [QS. At-Taubah: 36].

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan tafsirnya: “Allah memberitahukan bahwa bilangan bulan pada sisinya adalah dua belas bulan sejak Dia menciptakan langit dan bumi.”

Kemudian di bagian lain dari tafsir ayat ini beliau menjelaskan: ”Dari dua belas bulan dalam setahun itu terdapat empat bulan haram. Orang-orang haram melakukan peperangan di dalamnya. Orang-orang Arab pada masa jahiliyah sangat menghormati keharaman bulan-bulan tersebut”.

Tiga di antaranya terletak berurutan, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dengan maksud demi kepentingan ibadah haji. Sehingga masyarakat Arab bisa melaksanakan Haji dan Umrah dengan mudah dan aman.
Satu bulan sebelum musim haji, Dzulqa’dah. Satu bulan untuk pelaksanaan haji, Dzulhijjah. Dan satu bulan lagi setelah bulan haji, Muharram. Sehingga mereka dapat kembali ke daerah asal mereka dengan aman setelah melakukan ibadah haji.

Sedangkan yang keempat adalah bulan Rajab. Disebut juga dengan istilah Rajab Al-Fard (sendirian). Sebab, ia terletak sendiri antara bulan-bulan yang bukan termasuk bulan Haram. Disebut juga dengan Rajab Mudhar untuk mempertegas keharamannya sebab Suku Mudhar memang sangat menghormati keharaman bulan ini.

Mengenai firman Allah Ta’ala: “maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu).
Janganlah kalian menzhalimi diri sendiri dalam bulan-bulan haram.

Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,”Janganlah kalian menzhalimi diri sendiri dalam semua bulan sepanjang tahun. Allah kemudian memilih empat dari bulan-bulan yang ada dan menjadikannya sebagai bulan haram.

Allah menekankan keharamannya, menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar dan menjadikan pahala amal shalih yang dikerjakan di dalamnya juga lebih besar.”

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Nabi ﷺ berkhutbah dalam hajinya, beliau bersabda,
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Satu tahun itu dua belas bulan. Di antara bulan-bulan itu ada empat bulan haram. Tiga bulan dari bulan haram itu berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram lalu Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada dan Sya’ban.” [HR. Al-Bukhari]

Abdurrahman An-Nahdi berkata, ”Mereka (kaum Salaf) dahulu mengagungkan tiga jenis sepuluh hari, yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan 10 hari pertama bulan Muharram.” [Lathaif: 84]

2. Nama bulan ini disandarkan kepada Allah, yaitu Syahrullah Al-Muharram.

Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah Syahrullah (bulan Allah) Muharram.” [HR. Muslim]

Penyandaran bulan Muharram kepada Allah Ta’ala menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyandarkan kepada diri-Nya kecuali makhluk-makhluknya yang sangat khusus.

Sebagaimana disandarkannya Nabi Muhammad, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub dan para Nabi lainnya kepada penghambaan kepada-Nya.

Demikian pula disandarkan kepada Allah rumah-Nya dan unta-Nya.

Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya,
وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ
Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.” [QS. Hud: 64].

3. Disunnahkan memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Muslim tadi,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah Syahrullah (bulan Allah) Muharram.” [HR. Muslim].

4. Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari Fir’aun dan kaumnya di bulan Muharram.

Hal sebagaimana dalam riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: ”Nabi ﷺ memasuki Madinah lalu melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram).
Maka beliau bertanya,”Apa ini?”

Mereka menjawab,”Ini hari baik. Allah menyelamatkan Bani Israel dari musuh mereka maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai syukur kepada Allah.”

Nabi ﷺ bersabda: ”Aku lebih berhak atas Musa dibandingkan kalian. Kami berpuasa pada hari ‘Asyura sebagai bentuk penghormatan terhadap hari tersebut.”

Beliau kemudian berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan untuk berpuasa.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dan yang lainnya]

Amalan Sunnah Bulan Muharram

Bila bulan Muharram adalah bulan mulia dan penuh keutamaan, lantas apakah amalan yang paling utama yang selayaknya banyak dilakukan di bulan ini?

Nabi ﷺ bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah Syahrullah (bulan Allah) Muharram.”

Berarti amalan yang paling utama untuk dilakukan dan diperbanyak adalah berpuasa, oleh karenanya, setiap Muslim yang mampu berpuasa hendaknya memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram.

Sebagai pengingat tentang keutamaan puasa sunnah, berikut ini adalah beberapa hadits yang bisa mendorong kita untuk menguatkan tekad melakukannya.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.