Tim KKN Undip Bantu UMKM Batik di Kampung Alam Malon

Tim KKN Undip Bantu UMKM Batik
FOTO BERSAMA: Mahasiswa KKN UNDIP foto bersama di Padepokan Ilir-Ilir Kampung Alam Malon memakai berbagai batik motif karya UMKM Batik Kampiung Alam Melon, Gunungpati, Semarang, kemarin.

banner 800x800

banner 400x400

SEMARANG, Hajinews.id – Sebanyak enam mahasiswa Tim KKN Undip di Kampung Alam Melon, Kelurahan dan Kecamatan Gunungpati membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik yang dikelola oleh warga masyarakat setempat.

Melina Safitri, peserta KKN dari Prodi Manajemen Undip menjelaskan, salah satu yang dilakukan mahasiswa yaitu membantu memasarkan kepada publik kehebatan batik produk UMKM yang ada di kampung tersebut.

Bacaan Lainnya

‘’Kami memakai kain batik di salah satu sentra batik yaitu Salma di RT 2/RW 6 Kelurahan Gunungpati, Kampung Alam Malon yang terkenal sebagai penghasil kain batik menggunakan pewarna alam. Pimpinan Sentra Batik Salma, Bu Umi gembira sekali kami memakai batik produknya. Meski hanya untuk kepentingan foto untuk disebarluaskan melalui berbagai media terutama media social,’’ katanya.

Pengambilan foto dilakukan di halaman Padepokan Ilir-Ilir, tak jauh dari lokasi sentra batik Salma.

Enam mahasiswa Undip yang KKN di des aitu terdiri dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi.

Ketua tim Rinanta Br Purba menjelaskan merasa bersyukur dan gembira bisa mengikuti KKN di pusat sentra batik Semarang itu. ‘’KKN kami gunakan untuk mengabdi kepada masyarakat Gunungpati khususnya di RW 06 Kampung Alam Malon melalui penerapan bidang keilmuan mahasiswa,’’ kata Rinanta.

Pembuatan Hangtag

Melina Safitri menjelaskan, program yang dijalankan tim KKN selain membantu memasarkan produk batik UMKM melalui medsos pihaknya juga membantu pembuatan hangtag produk dan katalog batik.

‘’Mengapa batik? Karena batik merupakan salah satu potensi yang ada di kampung Alam Malon, sehingga kami memilih untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi batik yang ada di lingkungan kampung Alam Malon melalui penerapan bidang keilmuan yang kami kuasai,’’ kata Melina Safitri.

Salah satu keistimewaan batik di Gunungpati menurut Melina yaitu memakai pewarna dari alam dan motif yang dipilih juga dari alam lingkungan sekitar.

Beberapa motif andalan di kampung itu yaitu Tugumuda, Blekok Asem, Daun Asem, Ikan Koi, Burung Hong, Cheng Ho, Alam Gunungpati, Tulis Asem, Asem, Daun Asem, Tinjomoyo, Parang Semaranga dan lain-lain,

Menurutnya, sebagai generasi penerus bangsa yang berbangga dan bertanggung jawab untuk melestarikan batik, mereka ingin dapat ikut andil melestarikan batik dengan berbagai cara, seperti mengunjungi museum batik, mempelajari cara membatik, bisa juga dengan memakai batik sebagai pakaian sehari-hari atau berkontribusi dalam gerakan “berbatik bersama”.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.